Shaolin merupakan suatu perguruan atau lebih tepatnya
bisa dikatakan sebuah kuil yang di dalamnya diajarkan tentang agama
Budha dan juga seni beladiri kungfu. Dalam perkembangannya seni beladiri
ini berkembang menjadi berbagai aliran yang tersebar di seluruh daratan
Cina.
Kungfu Shaolin pun namanya sudah mendunia dan sangat
terkenal. Kemungkinan ini disebabkan oleh film-film dari Cina yang
banyak mengangkat tema tentang Shaolin dan juga dari Shaolin sendiri
melakukan tour keliling dunia untuk memperkenalkan Shaolin.
Sejarah Shaolin
Saat ajaran Budha berkembang pesat dan bercampur
ajaran Tao dari Lozo dan Kumfuzho pada suku Tayli, Kirmak, Doghan,
Qirat, Kitan, Mongol, Naiman, Kati dan diajarkan juga ilmu beladiri
purba gulat, gumulan, tendangan, pukulan dan permainan senjata yang
disebut kargul (ilmu perkelahian) dibubuhi dengan pernafasan “Kamfa”,
dari bahasa Hindustan Kuno yang berarti tenaga terpusat, kemudian
terbawa dari Hindustan (India) ke benua Cina saat ia mendirikan kuil
Shaolin. Awalnya sudah berkembang ilmu beladiri Kungfu Purba Hindustan
di zaman kuno juga di Cina ribuan tahun beladiri berkembang sebelum
Budha datang, sejenis silat dengan gaya perkelahian binatang.
Shaolin Didirikan oleh pendeta buddhis india, batou,
pada tahun 495 M, di bawah perlindungan kaisar Xiao Wen DI dari dinasti
Wei utara. Pada tahun 527 M, budhidarma, seorang pangeran India yang
meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi pendeta buddha, dan disana
untuk mengajarkan buddhisme atau jalan ceritanya bias diperjelas
seperti ini. Seorang raja mempunyai anak banyak yang berasal dari benua
Hindustan (India) dan puteranya yang keempat San adalah pemeluk ajaran
yang taat, maka ditinggalkannya kehidupan istana dan pergi mengembara
membaur dengan rakyat untuk merasakan penderitaan mereka dan namanya
diubah menjadi Ponitorm, tapi orang-orang Cina menyebutnya Tatmo Sozhu
(Budha) pengembaraan, Ponitorm sangatlah jauh hingga sampailah ia ke
kerajaan Liang dan rajanya bernama Wu. Ponitorm sempat hidup di kerajaan
Liang beberapa waktu, tetapi karena raja tidak lagi menyukai ajaran
yang dibawanya juga pengaruhnya pada orang-orang maka ia diusir,
akhirnya Ponitorm pergi menuju Utara hingga menemukan bukit (gua) yang
di atasnya ada rumah berhala (kuil), yang sudah rusak. Ponitorm dan
pengikut-pengikutnya membangun kembali rumah tersebut hingga menjadi
kuil baru. Maka datanglah beramai-ramai umat Budha dari berbagai benua
Cina maka terkenalah nama Kaosan Shourim Sze (biara Shourim di bukit
Kao).
Menurut dari kitab-kitab Cina Budha Ponitorm telah
semedi menghadap sebuah bukit selama 9 tahun lamanya hingga ia menjadi
sakti dan saat ia muncul dari gua pertapaannya ia menulis dua buah
kitab, setelah murid-murid SHourim semakin banyak maka orang-orang yang
semula tidak senang dengan Shourim mulai mengusik dan mengganggu, belum
lagi gangguan dari para penyamun, lalu Ponitorm menyusun gerakan
beladiri, gabungan Kamfahana, tinju Hindustan yang dia miliki sebelumnya
digabung dengan silat Cina Kumfu Purba yang diatur dengan pernafasan
Kamfa bagian Yoga dari Hindustan maka terbentuk “Shourim Kumfu” atau
“Shaolin Kungfu”, latihan siknya berkitabkan I-Zen-Zang (Dewa Langit dan
Dewa Bumi) dan ilmu batinnya berkitabkan I-Zen-Souzin maka
berkembanglah aliran Shourim Kumfu itu ke benua Cina, tetapi setelah
wihara Shourim dihancurkan oleh kerajaan yang membenci ajarannya, maka
pecahlah ajaran Shourim itu menjadi berpuluh-puluh macam dan setiap
aliran berkembang sendiri-sendiri dan dipengaruhi oleh alam pertumbuhan
alirannya. Aliran Shourim itu ada yang berkembang ke arah Utara di luar
benua Cina masuk ke suku Lama dan suku Wigu, dan suku-suku tersebut
turun-temurun ke anak cucunya hingga ratusan tahun.
Pada abad ke-12 Hijriyah masuklah da’wah Islam ke
suku-suku tersebut. Masuklah mereka ke agama Islam dan ilmu beladiri
yang mereka geluti di masa mereka memeluk Budha dibawanya ke dalam Islam
tetapi ditinggalkannya segala macam upacara penyembahan, cara
bersalaman dengan mengatupkan kedua tangan, lambang-lambang dan segala
macam istilah yang berhubungan dengan Budha.
Perkembangan Kungfu Shaolin sampai Menjadi bermacam-macam Aliran.
Ketika Budha menemukan para pendeta terlalu lemah
untuk mempraktikkan meditasi, jalan utama untuk pencerahan, ia
mengajarkan mereka serangkaian latihan luar yang dikenal sebagai Delapan
Belas Tangan Lohan, dan satu sistem latihan dalam yang dikenal sebagai
kitab Metamorfosa otot. Shaolin bukanlah biara biasa adalah biasa bagi
kaisar cina sepanjang sejarah untuk berdoa kepada surga setahun sekali
untuk kedamaian dan kemakmuran rakyat, dan mereka melakukan upacara di
salah satu gunung suci cina. Gunung song tempat biara shaolin terletak
adalah gunung suci pusat. Oleh karena itu, shaolin sering dikunjungi
oleh kaisar-kaisar dan jenderal-jenderal besar. Beberapa jenderal
pensiun ke biara untuk mencari pencerahan spiritual. Merekla adalah ahli
beladiri dan ketika mereka melihat para bhiksu berlatih Delapan Tangan
Lohan, mereka mengembangkan gerakan fisik menjadi kung fu, yang kemudia
dikenal sebagai kung fu Lhan Shaolin. Mereka juga mengembangkan
Metamoforsa Otot menjadi chi kung shaolin. Ada beberapa jenis kung fu
shaolin, masing-masing dengan ciri khusus yang sesuai bagi orang yang
berbeda dan kebutuhan berbeda. Namun, bentuk dasarnya adalah kungfu
lohan, yang merupakan gaya bagus untuk pengikut yang kuat dan besar
karena ini menggunakan keuntungan ukuran dan kekuatan. Chi kung shaolin
juga dikembangkan menjadi berbagai jenis, tetapik metamorfosa otot tetap
merupakan pendekatan dasar untuk latahian tenaga dalam kungfu
shaolin.Kondisi di biara shaolin sangat ideal untuk latihan kung fu.
Lingkungannya ada di daerah paling indah di china dan para bhiksunya
tidak terganggu masalah duniawi. Kungfu tidak hanya dipraktekkan sebagai
sistem pertarungan, tetapi dipelajari dan diteliti sebagai seni oleh
murid yang cerdas dan disilpin yang memiliki banyak waktu dan juga oleh
beberapa master terbaik dalam kerajan yang mengajarinya. Pencapaiannya
kumulatif, dengan setiap generasi master menambahkan teknik dan
keterampilan baru pada suatu kumpulan gerakan yang terus berkembang.
Tidak heran bahwa biara itu menjadi pusat utama untuk latihan kungfu.
Kungfu shaolin pada mulanya hanya diajarkan kepada para bhiksu tetapi
kemudian murid awam juga diterima. Setelah lulus murid awam ini dan juga
beberapa bhiksu menyebarkan ke berbagai bagian negara untuk mengajarkan
seni ini. Kemudian pepatah ‘kung fu shaolin adalah terbaik di dunia’
diterima luas. Di kemudian hari, kungfu dhaolin dibagi menjadi shaolin
utara dan shaolin selatan. Volume seni shaolin meluas sangat banyak
sehingga tak seorang pun fdapat menpelajari selama hidupnya dan
spesialisasi pun di mulai. Berbagai keterampilan secara tradisonal
dikenal dengan 72 seni shaolin. Seni ini luas dan menyeluruh untuk
kesehatan, perkembangan pribadi dan pencerahanb dan beragam untuk
menyesuaikan pada kebutuhan berbeda bagi orang muda, setengah baya dan
tua. Oleh karena banyaknya seni yang ditambahkan selama bertahun-tahun,
jumlah ini sebenarnya lebih dari 72. untuk menpertahankan tradisi, ada
perubahan kecil pada periode berbeda terhadap seni itu yang melebihi 72,
namun seni utamanya tetap sama. Beberapa contoh di antaranya tangan
besi, fondasi bungan persik, seni meringankan tubuh, metode pemurnian
hati dan berbagai teknik untuk meningkatkan organ indra yang berbeda.
Tujuh pulu dua seni shaolin karenanya lebih dari sekedar sistem
pertarungan.Dinasti Qing menyaksikan pertumbuhan banyak gaya dari kungfu
shaolin selatan. Selain biara shaolin utara di provinsi Henan, biara
shaolin lain di bangun di distrik Quanzhou di provinsi Fujian selama
dinasti Ming (1368-1644). Kungfu yang diajarkan di sini disebut sebagai
kungfu shaolin selatan, untuk membedakannya dari kungfu shaolin utara
dari biara Henan. Kung fu shaolin selatan dicirikan oleh kuda-kuda yang
solid, lengan yang kuat dan teknik tangan yang luas, berlawanan dengan
lompatan indah, gerakan dan serangan tendagan yang bervariasi dari
kungfu shaolin utara.Biara quanzhou menjadi pusat bagi kaum revolusioner
selama dinasti qing. Menurut legenda, kaisar qing Yong Zhen saendiri
menyusup ke biara sebagai bhiksu untuk menpelajari kungfu shaolin. Ia
kemudian mengirimkan tentara, dibantu oleh lama tibet yang merupakan
ahli beladiri untuk menghancurkannya. Oleh karena itu, ketika tibet
diserang oleh tentara komunis dan lama tibet melarikan diri ke bagian
lain dunia. Beberapa orang menganggapnya sebagai balasan karma. Di sisi
positif, seperti master shaolin yang melarikan diri untuk menyebarkan
ajaran shaolin kemana-mana, lama tibet melarikan diri kebagian dunia
lain untuk menyebarkan buddhisme vajrayana. Salah satu bhiksu shaolin
yang melarikan diri mengubah namanya menjadi jiang nan untuk menghindari
kejaran tentara. Setelah 50 tahun berkelana, dengan satu tujuan untuk
menemukan pewaris yang cocok, ia mencapai thailand selatan disana ia
bertemu dengan master kungfu fengyang yang terkenal dengan pukulan mata
funik dan mencari nafkah sebagai seniman yang menpertunjukan kung fu.
Bhiksau shaolin tua ini menonton pertunjukkannya setiap malam. Kemudian,
suatu malam setelah kerumunan bubar, ia berkata kepada yang fang kun,
‘anak muda, kau telah mendapatkan banyak tepuk tangan untuk
pertunjukkanmu, tapi kungfumu hanya seni tangan untuk pertunjukanmu,
bukan kungfu asli.’Sebelum yang fang kun dapat mengatakan apa pun, yang
mulia jiang nan melanjutkan, ‘jangan dengarkan kata-kataku. Ujian kungfu
adalah pertarungan. Mari cari tempat yang cocok dan kita melakukan
pertandingan persahabatan untuk menguji apakah kungfumu hanya seni
pertunjukan atau kungfu asli.’Pada pertarungan berikutnya, yang mulia
jiang nan, yang sudah berusia 80 tahun mengatasi yang fa kun yang
berusia 20 tahun seperti anak kecil. Ketika yang memohon kepada bhiksu
itu untuk menerimanya sebagai murid, master shaolin tua itu meminta satu
syarat. ‘tinggallah bersamaku di puncak gunung dan mulai latihan dari
awal.’Lima puluh tahun kemudian, yan fa kun mengajarkan seni shaolin
pada ho fatt nam yang mempraktikkan tinju siam, silat melayu dan tujuh
gaya kungfu, dan mencari nafkah sebagai petarung tinju siam. Yang fa kun
juga meminta satu syarat ‘kau harus mulai dari awal,’ katanya kepada ho
fatt nam.Di selatan cina, lima gaya shaolin selatan utama dinamakan
sesuai keluarga para master. Menggunakan nama ini bukannya istillah
‘shaolin’ adalah salah satu cara menghindari perhatian tentara qing.
Lima gaya utama adalah Hongjiaquan (kungfu keluarga hong), liujiaquan
(kungfu keluarga liu), caijiaquan (kungfu keluarha cai, lijiaquan
(kungfu keluarga li) dan mojiaquan (kungfu keluarga mo).Dari kelima gaya
ini, hojiaquan adalah yang paling terkenal. Ini sering disingkat
menjadi hongquan, yang diucapkan sama dengan hongquan dari kung fu
shaolin utara. Hongjiaquan dinamakan sesuai master shaolin, hong xi guan
dan sangat terkenal dengan kuda-kudanya yang solid dan pukulannya yang
kuatLiujiaquan yang dinaman menurut liu san yan terkenal untuk teknik
tongkatnya. Caijiaquan dinamakan menurut cai vbai da dan terkenal untuk
teknik tendangan. Lijiaquan dinamakan menurut li you san dan terkenal
dengan poukulan mata funik. Mojiaquan dinamakan menurut mo qing jiao,
juga terkenal untuk tendangannya Beberapa master shaolin mengkhususkan
pada jurus tertentu yang diambil dari gerakan dan sifat hewan, seperti
kekuatan macan dan keanggunan bangau jadi selain menamai sesuai nama
master, beberapa dinamai sesuai dengan jurus utamannya, seperti
lungxingquan atau kungfu gaya naga, heihuquan atau kung fu macan hitam
dan paihequan atau kungfu bangau putih.Banyak gaya yang muncul dari
‘induk’ kungfu shaolin yang paling awal mungkin gaya taiju, dikenal
dalam bahasa tiongkok sebagai taiju changquan (gaya kepalan panjang)
dari kaisar song. Istilah panjang merujuk pada gerakan bersambungan
dalam gerakan jurus mereka yang menyerupai aliran terus menerus dari
sungai panjang, nama yang diberikan orang tionghoa untuk yangtze kiang.
Oleh karena itu dalam pertunjukkan kungfu shaolin utara, gerakan
individual tidak ditampilkanh secara terputus tetapi dalam gerakan
mengalir dari 10-20 gerak yang ditampilkan tanpa henti seperti satu
gelombang panjang, dikuti gelombang lain dari 10-20 gerak. Satu jurus
dari 60 gerak, misalnya ditampilkan dengan hanya empat atau lima
perhentian pendek, seolah-olah memuat empat atau lima gerak panjang
bersambungan. Gaya taiju ditemukan pada abad ke-10 oleh Zhao Kuang Yin,
kaisar pendiri dinasti song, yang sangat berutang budi atas pembangunan
kekaisaran pada kungfu shaolin.Kemudian, istilah changquan atau kepalan
panjang mulai digunakan untuk gaya kungfu lain di mana ada gerakan
merentang cepat, bertenaga dan lompatan indah serta teknik menendang;
semua itu dilaksanakan seperti gelombang yang bersambungan. Semua gaya
changquan diambil langsung dari shaolin utara atau sangat dipengaruhi
olehnya. Gaya utama dari changquan saat ini adalah chaquan, huaquan
(kungfu bunga), huaquan (kungfu inti), hongquan dan baoquan. Chaquan,
atau kungfu Cha dikembangkan oleh Jamil, seorang Muslim Tionghoa yang
tinggal pada Dinasti Ming akhir. Istilah ini diambil dari namanya; dalam
bahasa tionghoa jamil diucapkan ‘cha-ni-l. Chaquan kadang-kadang
dikenal sebagai Kungfu Muslim. Karena ia sangat populer di antar
masyarakat muslim di cina barat laut. Hongquan atau kungfu hong terkenal
di propinsi shanxi dan shicuan. Ini didirikan oleh bhiksu shaolin
terkenal jue yuan dari dinasti yuan, dan dinamai menurut dua jurus dasar
hong kecil dan hong besar. Ini adalah gaya populer dari kungfu shaolin
utara.Dalam bahasa tionghoa, kata hong, yang berarti ‘merah’ diucapkan
sama seperti dengan kata lain yang berarti ‘besar’ yang merupakan nama
keluarga yang sangat umum. Salah satu master shaolin selatan adalah hong
xi guan yang hidup pada masa dinasti qing, dan ada gaya terkenal dari
kungfu shaolin selatan yang dinamakan menurut namanya yang juga disebut
hoongquan. Meskipun dua kata itu ditulis terpisah dalam huruf tionghoa,
keduanya sama apabila ditulis dalam huruf latin, jadi kita perlu
memastikan gaya hongquan yang mana dimaksudkan.Baoquan atau kungfu
meriam adalah gaya sangat konu. Dokumen menunjukkan bahwa bhiksu shaolin
terkenal, yuan zhong, menpertunjukkan baoquan dihadapan kaisar pertama
tang selama perlantikannya sebagai jendral. Ini disebut baoquan karena
terkenal akan kecepatan dan tenaganya. Ada 12 teknik dasar dalam gaya
ini, dikenal sebagai 12 meriam.Huaquan atau kungfu bunga, ditemukan oleh
master shaolin, gan feng chi pada dinasti qing, diskusi umun tentang
kungfu bunga, prototip gaya ini yang di tulis oleh sang master sendiri,
masih ada dan telah dicetak ulang. Gaya kungfu ini menekankan teknik
cepat dan pendek. Serangan balik pada lawan dengan gerakan membingunkan.
Ini berguna bagi lawan kecil yang berhadapan dengan lawan yang lebih
besar. Ini menekankan urutan pertempuran pendek untuk pertarungan
praktis ketimbang jurus yang lengkap dan panjang untuk demontrasi.Ejaan
latin hua, yang berarti bunga, diucapkan pada nada pertama. Ada gaya
kungfu lain yang diejakan huaquan, tetapi dengan hua yang berarti
‘kecantikan’ atau ‘inti’ yang diucapkan pada nada kedua. Tidak ada
kesulitan antara kedua gaya ini dalam bahasa tionghoa karena baik bentuk
tertulis atau ucapanannya berbeda; tetapi masalah muncul apabila kedua
gaya itu ditulis dalam ejaan latin karena tidak ada bedanya.Huaquan yang
berarti kung fu inti menggabungkan jing, chi dan shen, tiga ciri utama
kungfu, dalam satu kesatuan. Jing adalah tenaga dalam, chi adalah
enmergi intrinsik dan shen adalah kekuatan pikiran. Filosofi dasar dari
huaquan berada pada prinsip empat serangan, delapan metoda dan dua belas
jurus.Empat serangan adalah memukul, menendang, menjatuhkan dan
mengcekeram. Delapan metoda adalah tangan, mata, tubuh, gerak kaki,
kekuatan fisik, tenaga dalam, energi intrinsik dan kekuatan pikiran. Dua
belas bentuk adalah bergerak seperti gelombang, diam seperti gunung,
naik seperti kera, merunduk sep[erti layang-layang, berdiri seperti ayam
jantan, stabil seperti pohon cemara, berputar seperti roda, merentang
seperti busur, ringan seperti daun, berat seperti besi, tajam seperti
elat dan cepat seperti angin.
Kuil Shaolin di Provinsi Henan, China. Kuil ini adalah salah satu kuil kungfu paling terkenal di negara ini. Kuil ini terletak di pegunungan cantik yang
damai, Pegunungan Songshan, yang dikenal sebagai tempat lahir Kungfu.
Kata "Shao" berarti Gunung Shaoshi, tempat terletaknya kuil ini, dan
"Lin" berarti hutan. Secara harfiah, nama Kuil Shaolin berarti "kuil
yang berada di Hutan Gunung Shaoshi".
Kuil Shaolin dibangun sekira 497 Masehi di rumah seorang biksu India bernama Batuo yang pergi berkelana ke Luoyang untuk menyebarkan ajaran agama Budha. Ajaran sang biksu India yang paling terkenal adalah Bodhidarma, yang mulai diperkenalkan di Shaolin pada 517 Masehi. Ajaran Bodhidharma berbasis pada Chan Buddhisme dan cara hidup senam yang kemudian berkembang menjadi apa yang kini kita kenal sebagai Kungfu.
Para biksu Kuil Shaolin terkenal dengan keahlian silat yang digunakan untuk memertahankan diri dari penjajah dan perampok. Biksu-biksu berlatih keras dan mengombinasikan gerakan silat dengan ajaran spritual Budha. Pada Revolusi Budaya 1966, kuil Shaolin dijarah dan biksu-biksunya ditangkapi. Kuil Shaolin hancur lalu dibangun ulang hingga beberapa kali, yang terakhir pada 1928 ketika seorang panglima perang Shi Yousan membakar kuil ini dan menghancurkan banyak bangunan dan manuskrip-manuskrip yang penting.
Kungfu kemudian dilarang digunakan hingga 1980-an, saat ada kebangkitan minat dalam seni bela diri kuno. Kungfu yang kini diajarkan di Kuil Shaolin sebenarnya jauh berbeda dari seni bela diri yang dipraktekan oleh biksu-biksu Shaolin beratus tahun lalu, yang menekankan pada spiritualitas dan moralitas, daripada kekuatan fisik. Murid-murid Kungfu di Kuil Shaolin lebih terinspirasi belajar bela diri karena melihat film, bukan melihat seni hidup para biksu.
Di sekitar Kuil Shaolin terdapat banyak peninggalan menarik, salah satunya gua tempat meditasi Bodhidharma selama sembilan tahun. Gua ini dapat dicapai dengan menaiki tangga batu atau kereta gantung yang ada di permukaan kuil. Di sekitar kuil juga ada candi-candi yang menjadi rumah bagi mural-mural mengesankan juga prasasti-prasasti batu kuno.
Ada pula hutan pagoda, dimana berdiri ratusan batu pagoda yang didirikan untuk menghormati para Biksu Shaolin dan dari atas batu Pagoda ini Anda dapat mengamati siswa-siswa yang sedang belajar Kungfu. Kini, Kuil Shaolin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat sejarah Kungfu atau belajar kungfu langsung di tempat kelahirannya ini. Untuk menghindari keramaian, hindari saat-saat yang padat turis seperti bulan Agustus hingga November.
Kuil Shaolin dibangun sekira 497 Masehi di rumah seorang biksu India bernama Batuo yang pergi berkelana ke Luoyang untuk menyebarkan ajaran agama Budha. Ajaran sang biksu India yang paling terkenal adalah Bodhidarma, yang mulai diperkenalkan di Shaolin pada 517 Masehi. Ajaran Bodhidharma berbasis pada Chan Buddhisme dan cara hidup senam yang kemudian berkembang menjadi apa yang kini kita kenal sebagai Kungfu.
Para biksu Kuil Shaolin terkenal dengan keahlian silat yang digunakan untuk memertahankan diri dari penjajah dan perampok. Biksu-biksu berlatih keras dan mengombinasikan gerakan silat dengan ajaran spritual Budha. Pada Revolusi Budaya 1966, kuil Shaolin dijarah dan biksu-biksunya ditangkapi. Kuil Shaolin hancur lalu dibangun ulang hingga beberapa kali, yang terakhir pada 1928 ketika seorang panglima perang Shi Yousan membakar kuil ini dan menghancurkan banyak bangunan dan manuskrip-manuskrip yang penting.
Kungfu kemudian dilarang digunakan hingga 1980-an, saat ada kebangkitan minat dalam seni bela diri kuno. Kungfu yang kini diajarkan di Kuil Shaolin sebenarnya jauh berbeda dari seni bela diri yang dipraktekan oleh biksu-biksu Shaolin beratus tahun lalu, yang menekankan pada spiritualitas dan moralitas, daripada kekuatan fisik. Murid-murid Kungfu di Kuil Shaolin lebih terinspirasi belajar bela diri karena melihat film, bukan melihat seni hidup para biksu.
Di sekitar Kuil Shaolin terdapat banyak peninggalan menarik, salah satunya gua tempat meditasi Bodhidharma selama sembilan tahun. Gua ini dapat dicapai dengan menaiki tangga batu atau kereta gantung yang ada di permukaan kuil. Di sekitar kuil juga ada candi-candi yang menjadi rumah bagi mural-mural mengesankan juga prasasti-prasasti batu kuno.
Ada pula hutan pagoda, dimana berdiri ratusan batu pagoda yang didirikan untuk menghormati para Biksu Shaolin dan dari atas batu Pagoda ini Anda dapat mengamati siswa-siswa yang sedang belajar Kungfu. Kini, Kuil Shaolin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin melihat sejarah Kungfu atau belajar kungfu langsung di tempat kelahirannya ini. Untuk menghindari keramaian, hindari saat-saat yang padat turis seperti bulan Agustus hingga November.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar