minggu 1
BAB I
Tinjauan tentang Ilmu Budaya dasar
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang
membicarakan tentang-tentang nilai-nilai, tentang kebudayaaan, tentang
berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan
sehari-harinya. Mata kuliah ini sangatlah penting mengingat bahwa ruang
lingkup pendidikan kita sangat sempit dan condong membuat
manusia-manusia spesilais tidak berpandangan luas.
Mata kuliah ini diharapkan agar lulusan perguruan tinggi dari semua
jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Kesamaan ini
diharapkan, agar interelasi antar intelektuil lebih sering dengan akibat
yang positif bagi pembagunan Negara pada umumnya dan perbaikan
pendidikan pada khususnya.
Secara singkat, setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :
Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan di
luar lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan
mengapa.
Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
Kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang
dianutnya untuk mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat
membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirinya sendiri.
Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah
dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak
nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
Latar belakang diberikan nya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, sesuai
dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi, dalam rangka
menyempurnakan pembentukan sarjana.
Latar belakang Ilmu Budaya Dasar dalam konteks budaya, Negara dan
masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
Kenyataaan bahwa bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa
dengan keanekaragaman budaya, yang biasanya tidak lepas dari
ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan kedaerahan.
Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan
dampak positif dan negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran
sistem nilai budaya. Akibat lebih dari pembenturan nilai budaya ini
ialah timbulnya konflik dalam kehidupan.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi
kehidupan mansia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya.
B. Ilmu Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari MKDU
Ilmu Budaya Dasar sebagai bagian dari MKDU bertujuan untuk menghasilkan
warga Negara sarjana yang berkualifikasi sebgai berikut :
Berjiwa Pancasila
Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral
Memiliki wawasan budaya yang luas
C. Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan
dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalh manusia
dan kebudayaan.
Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti
istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The
Humanities”. Istilah Humanities berasal dari bahasa latin humanus yang
bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus.
Dalam pengleompokan ilmu pengetahuan, Ilmu Budaya Dasar termasuk dalam
kelompok pengetahuan budaya. Prof, Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan
bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu
:
Ilmu-Ilmu Alamiah (Natural Science)
Tujuan : Mengetahui keteraturan yang terdapat di alam semesta.
Proses Pengkajian : Menggunakanmetode ilmiah dengan cara menentukan
hukum yang berlaku, lalu dibuat analisis untuk menentukan kualiatas.
Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu
dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar atau 100% salah.
Yang Termasuk Kelompok Ini : Astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika.
Ilmu Sosial (Social Science)
Tujuan : Mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
Proses Pengkajian : Menggunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
Yang Termasuk Kelompok Ini :
Pengetahuan Budaya (The Humanities)
Tujuan : Memahami dan mencari arti kenyataan yang bersifat manusiawi
Proses Pengkajian : Menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa
dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat
pada tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode
ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah
D. Tentang Ilmu Budaya Dasar
Ilmu budaya dasar menurut saya ilmu yang mempelajari tentang kebudayaan
dan tidak berbeda jauh seperti bimbingan konseling karena disini saya
belajar tentang semua sifat manusia di lingkungannya .
Ilmu budaya dasar yang kira-kira sering dilakukan yaitu hubungan antara
saya dengan teman,keluarga,saudara maupun orang terdekat lainnya .
Karena dengan mempelajari ilmu budaya dasar saya dapat bersosialisasi
dan mengerti dengan keadaan sekitar .
Karena ilmu budaya dasar hanya dipelajari sebulan sekali makan terkadang
saya suka lupa akan tugas yang diberikan hehe, tetapi karena itu adalah
sebuah kewajiban saya sebagai mahasiswa maka saya telah menyelesaikan
tugas ilmu budaya dasar ini . Dalam mengerjakan tugas ilmu budaya dasar
ini saya juga ditemani oleh kekasih saya jadi alhamdulillah tugas
selessai hati pun senang .
Pada ilmu budaya dasar ini juga pada hakikatnya mengacu pada ilmu yang
mempelajari tentang kebudayaan ,keindahan,kesusastraan dll . Banyak
materi yang dapat dicakup oleh ilmu budaya dasar ini . Segala aspek
kehidupan dapat masuk ke dalam ilmu budaya dasar karena cakupan nya
sediri pun sangat sangat luas.
Dan harapan saya dalam mempelajari ilmu budaya sosial ini adalah agar
saya dapat memahami arti sebenarnya kehidupan dan juga agar saya dapat
mudah mengerti tentang bersosialisasi dikalangan orang terdekat yang
dekat dengan saya .
Suka
E. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kernagka tujuan yang telah ditentukan diatas, dua
masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan
ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah:
Berbagai aspek kehidupan seluruhnya dapat didekati dengan menggunakann pengtahuan budaya
Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi beraneka ragam
perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat
Pokok bahasan yang akan dikembangkan ialah :
Manusia dan CInta Kasih
Manusia dan Keindahan
Manusia dan Penderitaan
Manusia dan Keadilan
Manusia dan Pandangan Hidup
Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia dan Kegelisahan
Manusia dan Harapan
Minggu 2
BAB II
Manusia dan Kebudayaan
Manusia
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis,
rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis,
manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti
"manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang
dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka
dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama,
dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk
hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain.
Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan
bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan
teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk
kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis
kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir
entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai
putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal
sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Hakekat Manusia
Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
a. Makhluk yang memiliki tenga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
b. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
c. yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang
positif mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan
nasibnya.
d. Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan
terus berkembang tidak pernah selesai (tuntas) selama hidupnya.
e. Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan
dirinya dalam usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang
lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
f. Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya
merupakan ketakterdugaan dengan potensi yang tak terbatas
g. Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan jahat.
h. Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan
turutama lingkungan sosial, bahkan ia tidak bisa berkembang sesuai
dengan martabat kemanusaannya tanpa hidup di dalam lingkungan sosial.
Kepribadian Bangsa Timur
Kepribadian bangsa timur adalah kepribadian yang bertolak belakang
dengan kepribadian bangsa barat, dari wilayahnya, lingkungan, gaya
hidup, kebudayaan dan kebiasaannya pun berbeda. Menjelaskan tentang
kepribadian bangsa timur, sudah jelas kita semua tau bahwa bangsa timur
identik dengan benua Asia dan Afrika. Yang penduduknya sebagian besar
berambut hitam dan berkulit sawo matang dan hitam, dan sebagian pula
berkulit putih dan bermata sipit.
Bangsa timur juga dikenal dengan bangsa yang baik dan ramah, mempunyai
sifat toleransi yang tinggi dan saling tolong menolong. Bangsa barat
saat berkunjung ke wilayah bangsa timur, mereka pasti selalu berpendapat
bahwa orang-orang timur itu baik dan ramah. Bangsa timur dalam
berpakaian pun tergolong sopan. mereka pun sangat melestarikan budaya
masing-masing dan mempunyai adat istiadat yang di junjung tinggi.
Namun seiring waktu berjalan kerpribadian bangsa timur saat ini sudah
banyak dimasuki oleh pengaruh globalisasi yang datang dari bangsa barat.
Saat ini tidak sedikit orang-orang timur yang sudah melupakan
norma-norma sosial yang ada. Pengaruh tersebut berdampak buruk serta
menjadi contoh bagi generasi mereka yang tidak baik. Globalisasi
sangatlah bagus bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu
bangsa tapi sifat-sifat atau kebiasaan bangsa barat janganlah sampai
kita tiru juga contohnya dalam masalah pergaulan dan gaya hidup.
Pengertian Kebudayaan serta unsur-unsur Kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J.
Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu
yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah
Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari
satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian
nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu
masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang
kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang
didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai
kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan
meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda
yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan
hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya
ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Unsur-unsur Kebudayaan:
· Bahasa
· Sistem Teknologi
· Sistem Mata Pencarian
· Organisasi Sosial
· Sistem Pengetahuan
· Religi
· Kesenian
Minggu 3
BAB III
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTERAAN
A. Pendekatan Kesusasteraan
IBD semula Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris The Humanities.
Istilah berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi,
berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari The Humanities orang akan
menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan halus.
Sastra lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra
adalah penjabaran abstraksi. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan
Prosa
Istilah prosa kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya
fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan
menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa
kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang
dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan
umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek.
B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Dalam kesusasteraan Indonesia kita mengenal jenis Prosa Lama dan Prosa Baru.
o Prosa Lama meliputi : o Prosa Baru meliputi
1. Dongeng. 1. Cerpen
2. Hikayat. 2. Novel.
3. Sejarah. 3. Biografi.
4. Epos. 4. Kisah
5. Cerita Pelipur Lara. 5. Otobiografi
C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi
Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberi informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti dan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.
karya sastra dapat dibagi menjadi dua:
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya, mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, biasanya untuk merenung.
D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan
manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik yang
secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh
kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.Figura bahasa seperti gaya personifikasi (penjelmaan), metafora
(kiasan), Perbandingan, alegori (kiasaan), sehingga puisi menjadi segar
dan menarik.
2.Kata-kata yang ambiquitas , yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
3.Kata-kata yang berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana
tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa
hidup.
4.Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai rasa dan asosiasi tertentu.
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan
suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan
menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangkan
penyair dalam puisinya.
2.Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual;
Dengan membaca puisi, mahasiswa dapat diajak untuk menjenguk
hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena
melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam
hati manusia.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai
mahluk sosial yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara
imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang
bisa berupa:
o Penderitaan atas ketidakadilan;
o Perjuangan untuk kekuasaan;
o Konflik dengan sesamanya;
o Pemberontakan kepada hukum Tuhan.
Puisi–puisi umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga
kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai
puisi-puisi adalah cinta kasih yang terdapat di dalamnya kasih sayang,
cinta, kemesraan dan renungan.
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak berdiri sendiri, ia sering berpadu
dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain seperti penderitaan (kesepian,
kesedihan, keputusasaan dan lain-lain).
Minggu 4 dan 5
BAB IV dan V
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta cinta
adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun sangat tertarik hatinya.
Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya
manajemen cinta, Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang
mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah,
lembut, dan kasih sayang.
Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono memiliki tiga unsur, yaitu :
1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)
3. Kemesraan (Cinta Rayuan)
Cinta memiliki tiga tingkatan: tinggi (Allah dan Rasulnya dan berjihad
di jalan Allah), menengah (orang tua, anak, saudara, istri/suami dan
kerabat) dan rendah (keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal).
Cinta tingkat rendah adalah cinta yang paling keji , hina dan merusak
rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah cinta rendahan, bentuknya
beraneka ragam misalnya :
1. Cinta kepada thagut (syetan), selain Allah
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta lebih mengutamakan kecintaan kepada orang tua, anak, istri, perniagaan dsb
Hikmah cinta adalah sangat besar, hanya orang yang telah diberi
kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya.
Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
Cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit dalam kehidupan manusia,
Cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan
pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan lingkungan
Cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia
4. Cinta merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat,
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta Diri (QS. Al Adiyat, 100:8, QS. Fushilat, 41:49).
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
3. Cinta Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
4. Cinta Kebapakan (QS. Maryam, 19:4-6, QS. Yusuf 12:84, QS. Hud, 11:45)
5. Cinta Kepada Allah (QS. Al Imran, 3:31)
6. Cinta Kepada Rasul.
C. Kasih Sayang
Cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan:
1. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat pasif.
2. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat aktif.
3. Orang tua bersifat pasif, Si Anak bersifat pasif.
4. Orang tua bersifat aktif, Si Anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya
D. Kemesraan.
Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Cinta yang berlanjut
menimbulkan pengertian kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari
cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan
kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan
kemampuan dan bakatnya.
G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih sering kali dicampur baurkan dengan pengalaman yang
eksplosif berupa jatuh cinta, dalam cinta kasih terdapat eksklusivitas
yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan cinta kasih
keibuan.
Dengan demikian maka bahwa cinta kasih erotis merupakan atraksi
individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak
lain dari pada perbuatan kemauan keduanya, lebih tepat jika dikatakan
bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak pada yang lain.
Minggu 6
BAB VI
MANUSIA DAN KEINDAHAN
A. KEINDAHAN
a. Pengertian
Kata keindahan berasal dari kata indah yang artinya bagus, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Perbedaan keindahan:
Keindahan dalam arti yang luas. Pengertian keindahan yang seluas-luasnya
meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan
intelektual.
Keindahan dalam arti estetis murni, menyangkut pengalaman estetis dari
seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
Keindahan dalam arti terbatas, lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda yang diserapnya dengan penglihatan.
b.Nilai Estetik
Nilai estetik adalah nilai suatu benda yang menyebabkan menarik minat
seseorang atau suatu golongan.Nilai adalah semata-mata suatu realita
psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena
terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada benda itu sendiri. Nilai
digolongkan menjadi:
Nilai ekstrinsik : sifat baik suatu benda sebagai alat untuk sesuatu hal lainnya
Nilai intrinsik : sifat baik dari benda yang bersangkutan atau sebagai suatu tujuan ataupun demi kepentingan benda itu sendiri
c. Kontemplasi dan Ekstansi
Keindahan dapat dinikmati menurut selera seni dan selera biasa.
Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor
kontemplasi dan ekstansi.
Kontemplasi adalah: dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah.
Ekstansi adalah: dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Apabila kedua dasar tersebut dihubungkan dengan bentuk di luar diri
manusia, maka akan terjadi penilaian bahwa sesuatu itu indah.
d. Sebab Manusia Menciptakan Keindahan
Tata nilai yang telah usang
Kemerosotan zaman
Penderitaan manusia
Keagungan Tuhan
e. Keindahan Menurut Pandangan Romantik
Dalam buku An Essay on Man (1954), Erns Cassirer mengatakan bahwa arti
keindahan tidak bisa pernah selesai diperdebatkan. Meskipun kita
menggunakan kata-kata penyair romantik John Keats (1795- 1821) sebagai
pegangan. Dalam Endymion dia berkata :
A thing of beauty is a joy forever its loveliness increases; it will
never pass into nothingness (bahwa sesuatu yang indah adalah keriangan
selama-lamanya, kemolekannya bertambah, dan tidak pernah berlalu
ketiadaan).
B. RENUNGAN
Renungan artinya diam-diam memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Dalam
merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, yaitu :
Teori Pengungkapan.
Dalil teori ini adalah ‘art is an expression of human feeling’. Tokoh: Benedeto Croce, Leo Tolstoi
Teori Metafisik.
Orang yang menggunakan firasat sebagai dasar merenung. Tokohnya : Plato dan Arthur Schopenhauer (1788-1860)
Teori Psikologis.
Penciptaan seni didasarkan pada kejiwaan. Suatu teori lain tentang
sumber seni adalah teori permainan (dikembangkan oleh Freedrick Schiller
1757- 1805 dan Herbert Spencer 1820 – 1903).
C. KESERASIAN
Keserasian, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok,
kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan
seimbang
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan bahwa dalam menciptakan seni ada 2 teori yaitu :
a. Teori Objektif dan Teori Subjektif
Teori objektif yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas) yang
memang benar melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari
orang yang mengamatinya.
Teori subjektif perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda.
b. Teori Perimbangan
Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa Yunani Kuno dahulu
dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas yakni secara kualitatif
yang diungkapkan dengan angka
Teori perimbangan berlaku dari abad ke-5 SM sampai abad ke-17 Masehi
selama 22 abad. Teori tersebut runtuh karena desakan dari filsafat
empirisme dan aliran-aliran termasuk dalam seni. Bagi mereka keindahan
hanyalah kesan yang subjektif sifatnya.
Para seniman romantik umumnya berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya
tercipta dan tidak adanya keteraturan, yakni tersusun dari daya hidup,
penggambaran, pelimpahan dan pengungkapan perasaan.
Minggu 7
BAB VII
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa
sansekerta dhra. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang
tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin atau lahir
batin.
B. S i k s a a n
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat
juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami
seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya:
a.Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat
menentukan pilihan b.Kesepian: dialami seseorang yang merasa kesepian
walaupun berada di keramaian.
c.Ketakutan: rasa ingin menghindar dari sesuatu yang menyebabkan ketakutannya.
Sebab Seseorang Merasa Ketakutan :
Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup
Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
Gamang : takut berada di tempat ketinggian
Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.
C. Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang
bersangkutan bertingkah kurang wajar .Gejala-gejala permulaan seseorang
mengalami kekalutan mental :
Nampak pada jasmani : pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
Nampak pada kejiwaan:cemas, takut patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan :
Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala kehidupan baik jasmani maupun rohani
Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani /mental yang kurang sempurna
Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, tidak dapat menyesuaikan diri
Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya ke arah :
Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam hidup;
Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan akhirnya frustasi.
Bentuk-bentuk frustasi
Agresi : kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali
Regresi : kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan
Fiksasi : pembatasan pada satu pola yang sama;
Proyeksi : memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain;
Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses
Narsisme : merasa dirinya lebih superior daripada orang lain
Autisme : menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
D. Penderitaan Dan Perjuangan
Penderitaan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi
manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia
melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis
yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus
optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
E. Penderitaan, Media Masa Dan Seniman
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu
lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan
sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia
menderita.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat.
Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang dilakukan para seniman
melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati
penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
F. Penderitaan Dan Sebab-Sebabnya
Berdasarkan sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia :
Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga
Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak
Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
B) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
Nabi Ayub mengalami cobaan Tuhan
Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
G. Pengaruh penderitaan
Sikap yang timbul pada orang yang mengalami penderitaan berupa sikap
positif ataupun sikap negatif. Contoh sikap negatif yaitu penyesalan
karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalkan
tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup bahwa
hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif dan
tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para
seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton
akan memberikan penilaiannya.
Minggu 8
BAB VIII
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Beberapa para pemikir yang mendefinisikan keadilan adalah :
Aristoteles, adalah kelayakan dalam tindakan manusia..
Plato, adalah orang yang dapat mengendalikan diri, dan perasaannya dikendalikan oleh akal.
Socrates, memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
Kong Hu Chu, keadilan terjadi apabila anak sebagai anak,ayah sebagai
ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakkan
kewajibannya.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah
pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
B. Keadilan Sosial
Pancasila sila kelima yang berbunyi “keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia” ini mengandung pengertian tidak ada kemiskinan dalam
Indonesia merdeka. Bung Hatta dalam uraiannya mengenaai sila kelima
Pancasila menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang menentukan
untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Selanjutnya untuk
mewujudkan keadilan sosial itu diperinci perbuatan dan sikap yang perlu
dipupuk yaitu :
a. perbuatan luhur ynag mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan
b. sikap adil terhadap sesama
c. sikap suka memberi pertolongan terhadap yang membutuhkan
d. sikap suka bekerja keras
e. sikap menghargai hasil karya orang lain
Asas terciptanya keadilan sosial dituangkan melalui 8 jalur pemerataan yaitu :
pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan
pemerataan pembagian pendapatan
pemerataan kesempatan kerja
pemerataan kesempatan berusaha
pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
pemerataan penyebaran pembangunan
pemerataan memperoleh keadilan
C. Berbagai macam keadilan
1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakkan substansi rohani
umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu
masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut
sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the gun).
2. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang
sama diperlakukan secara sama dan yang tidak sama secara tidak sama
(Justice is done when equals are treated equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan
kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan
asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang
menjadikan ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak
bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan oleh seseorang sesuai
dengan hati nuraninya dan apa yang dikatakan sesuai dengan knyataan yang
ada. Jujur juga berarti hati seseorang bersih dari perbuatan yang
dilarang oleh agama. Adapun kesadaran moral adalah kesadaran tentang
diri sendiri berhadapan dengan hal baik dan buruk. Dalam kehidupan
sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak
dapat dipisahkan.
Ketidakjujuran sangat luas wawasannya sesuai dengan luasnya kehidupan
dan kebutuhan manusia. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara
berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun demi sopan santun dan
pendidikan seseorang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai pada
batas-batas yang dapat dibenarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nurani.
Orang yang sudah berbuat curang dengan maksud memperoleh keuntungan atau
materi. Bagi orang yang berbuat curang akan mendatangkan kesenangan
bagi dirinya meskipun orang lain menderita.
Faktor yang mempengaruhi orang yang melakukan kecurangan diantaranya :
Faktor Ekonomi
Faktor Kebudayaan
Faktor Peradaban
Faktor Teknik
F. Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang
tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tidak
tercemar. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau
perbuatan.
Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral
Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.
Bila nama baik seseorang tercemar maka orang tersebut akan melakukan apa
saja untuk memulihkan nama baiknya.Pemulihan nama baik adalah kesadaran
manusia akan segala kesalahannya bahwa apa yang diperbuat tidak sesuai
dengan ukuran moral atau akhlak.
Tingkah laku dan perbuatan manusia harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.
Ada 3 macam godaan yaitu derajat/pangkat, harta dan wanita.Bila orang
tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya maka ia akan terjerumus kejurang
kenistaan karena untuk mendapatkan derajat/pangkat, harta dan wanita
dipergunakan jalan yang tidak wajar.
Untuk memulihkan nama baik, manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat
dan minta maaf tidak hanya dibibir saja melainkan harus bertingkah laku
sopan, ramah dan berbuat darma serta mempunyai sikap rela dan tawakal
yang harus selalu dipupuk.
G. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain.Pembalasan
disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat
balasan yang bersahabat. Sebalik pergaulan yang penuh kecurigaan
menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
Minggu 9 dan 10
BAB IX dan X
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. Pengertian pandangan hidup
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan
pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia berdasarkan
pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu:
Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
Pandangan hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup mempunyai 4 unsur-unsur, yaitu:
Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.
Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai dan tenteram.
Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan.
Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting dalam hidup manusia.
B. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan, yang selalu ada dalam
pikiran. Cita-cita merupakan pandangan masa depan dan pandangan hidup
dimasa yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis
linier yang makin lama makin tinggi tingkatannya.
Apabila cita-cita belum tercapai maka cita-cita tersebut disebut
angan-angan. faktor yang menentukan seseorang dapat atau tidak mencapai
cita-citanya, yaitu:
– Manusianya yang memiliki cita-cita
– Kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
– Seberapa tinggi cita-cita yang hendak dicapai
Faktor manusia yang ingin mencapai cita-citanya ditentukan oleh kualitas
manusianya. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu
perjuangan hidup yang apabila berhasil akan menimbulkan kepuasan.
Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya
dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang
menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu
cita-cita sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang
merintangi.
Faktor tingginya cita-cita merupakan faktor ketiga dalam mencapai
cita-cita. Memang ada pepatah lama yang mengatakan gantungkan
cita-citamu setinggi langit namun harus memperhatikan situasi dan
kondisi yang ada.
Maka dari itu sebuah cita-cita harus dilakukan dengan penuh pertimbangan
perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki serta kondisi yang
dilalui.
Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki oleh individu tapi juga oleh
masyarakat bangsa dan negara. Cita-cita suatu bangsa merupakan keinginan
atau tujuan suatu bangsa dan negara.
C. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan adalah suatu perbuatan yang mendatangkan
kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain. Kebaikan pada hakekatnya
sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma agama dan
etika.
Manusia berbuat baik karena pada hakekatnya manusia itu baik. Makhluk
bermoral atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
Manusia adalah sebuah pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan
badan. Kedua unsur tersebut terpisah bila manusia meninggal. Manusia
mempunyai kepribadian oleh karena itu ia mempunyai pendapat sendirian ia
mencintai dirinya, perasaannya dan cita-citanya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia
membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Untuk dapat melihat
kebajikan kita harus melihat dari 3 segi, yaitu manusia sebagai mahluk
pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia sebagai makhluk
Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan didalam hati yang mendesak seseorang
untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan. Jadi suara
hati dapat merupakan hakim untuk diri sendiri. Sebab itu nilai suara
hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara
hati masyarakat dan Tuhan. Kebajikan berarti: berkata sopan, santun,
berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun,
berpakaian sopan agar tidak meransang bagi yang melihatnya
D.Usaha Dan Perjuangan
Usaha dan perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita.
Sebagian hidup manusia adalah usaha atau berusaha. Apabila manusia
bercita-cita menjadi kaya, maka ia harus bekerja keras. Kerja keras itu
dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga atau jasmani
bahkan dengan keduanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan
martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat manusia iri, miskin dan
melarat bahkan menjatuhkan harkat dan martabatnya sebagai seorang
manusia.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena dibatasi
oleh kemampuan itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara
manusia. Kemapuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau
keterampilan. Orang bekerja dengan fisik lemah, akan memperoleh hasil
sedikit.
Manusia mempunyai rasa kebersamaan dan cinta kasih maka ketidakmampuan
atau keterbatasan yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran dapat
diatasi secara tolong menolong dalam wadah kekeluargaan.
E. Keyakinan atau kepercayaan
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada 3 aliran filsafat, yaitu:
(a). Aliran Naturalisme, aliran ini berintikan spekulasi mungkin ada
Tuhan mungkin juga tidak. Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib dari
nature dan itulah ciptaan Tuhan. Bagi yang percaya adanyaTuhan, itulah
kekuasaan tertinggi. Manusia adalah ciptaan Tuhan karena itu manusia
mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran ajaran Tuhan yaitu agama.
Ajaran agama ada 2 macam,yaitu:
1. Ajaran agama yang dogmatis,yang disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
2. Ajaran agama dari pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia
(b) Aliran Intelektualisme, besar aliran ini adalah logika atau akal.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan
manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh
keyakinan kebenaran yang diterima oleh akal.
(c) Aliran gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan yang gaib dan
akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, sedangkan
akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul 2
kemungkinan pandangan hidup yaitu : pandangan hidup sosialisme dan
sosialisme religius. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika
berfikir dari hati nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan
kedua-duanya.
F. Langkah langkah berpandangan hidup yang baik
Langkah-langkah berpandangan hidup yang baik yaitu:
Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama
dari setiap individu. Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan
hidup yaitu alquran dan hadist serta ijmak Ulama yang merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Mengerti, mengerti disini dimaksudkan pada mengerti tentang pandangan hidup.
Menghayati, menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup
yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan
hidup.
Meyakini, merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai tujuan hidupnya.
Mengabdi, merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini
sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri
lebih dari orang lain.
Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman
yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi
tegaknya pandangan hidup itu.
Minggu 11 dan 12
BAB XI dan XII
TANGGUNG JAWAB
A. Pengertian tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab
juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
B. Macam-macam tanggungjawab
Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Tanggungjawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang
untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian
sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah
kemanusiaan mengenai dirinya sendiri.
TanggungJawab Kepada Bangsa Dan Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh
norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak
dapat berbuat semaunya sendiri.Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia
harus bertanggung jawab kepada negara.
TanggungJawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggungjawab,
melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggungjawab
langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari
hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui
berbagai macam agama.
TanggungJawab Terhadap Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab kepada keluarganya.
Tanggungjawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggungjawab
ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan
TanggungJawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia lain,
sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Sehingga dengan
demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya
mempunyai tanggungjawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat
melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
C. Pengabdian dan pengorbanan
Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun
tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih , kasih sayang,
hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.
Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab. Apabila orang
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu berarti
mengabdi kepada keluarga.
Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau qurban yang berarti
persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan
kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
Minggu 13 dan 14
BAB XIII dan XIV
MANUSIA DAN HARAPAN
A. Pengertian harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi. Arti harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi
Persamaan antara harapan dan cita-cita yaitu :
Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
Pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
B. Sebab manusia mempunyai harapan
Manusia setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan
hidup ditengah suatu keluarga atau anggota mayarakat lainnya.
1. Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat atau keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptakan Tuhan.
Misalnya: menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan karena binatang dan tumbuh-tumbuhan perlu makan dan minum.
Manusia dan kodratnya dapat mengetahui mana yang baik dan buruk.
Dengan kodrat manusia mempunyai harapan
2. Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan manusia terdiri dari :
Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang kita butuhkan dalam keseharian kita.
Misalnya: makan, minum, pakaian, rumah dan lain-lain.
Kebutuhan Rohani:Adalah kebutuhan batin manusia yang hanya dapat dipenuhi. Misalnya agama, ketenangan jiwa.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia itu adalah:
Kelangsungan hidup
Keamanan Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Diakui lingkungan
Perwujudan cita-cita
Kelangsungan Hidup
Manusia memiliki tiga kebutuhan pokok yaitu:
Sandang, kebutuhan manusia dalam bentuk pakaian.
Pangan, kebutuhan sehari-hari seperti makan minum dan sebagainya.
Papan tempat untuk berlindung setiap harinya, contohnya rumah.
Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan, karena rasa aman tidak harus
diwujudkan dengan perlindungan. Rasa aman dapat diwujudkan oleh AGAMA
karena itu merupakan benteng manusia dalam menjalani hidup.
Hak Dan Kewajiban Mencintai Dan Dicintai
Bila sudah pada saatnya manusia pasti ingin mengerti maksud dicintai dan mencintai, biasanya ini terjadi pada usia remaja.
Status
Status adalah harga diri yang dimiliki oleh setiap orang yang telah melekat pada dirinya.
Perwujudan Cita-Cita
Setiap manusia sesuai dengan keahliannya mewujudkan cita-citanya yang juga dapat mengembangkan bakat atau kepandaian.
C. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang artinya mengakui atau
meyakini akan kebenaran.Kebenaran yang dapat diwahyukan artinya
diberitahukan oleh Tuhan langsung ataupun tak langsung kepada manusia.
Kebenaran merupakan ajaran yang diajarkan di setiap agama di dunia.
Kebenaran merupakan kunci kebahagian dari semua orang.
Kebenaran menurut Dr.Yuyun Sumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu :
1. Teori konsistensi
Yaitu suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten
2. Teori korespondensi
Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar dan juga berhubungan dengan obyek yang dituju
3. Teori Pragmatis
Yaitu kebenaran yang diukur dengan kriteria apakah peryataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
D Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya.
Kepercayaan dapat di bedakan menjadi:
Kepercayaan kepada diri sendiri
Kepercayaan kepada orang lain
Kepercayaan kepada pemerintah
Kepercayaan kepada Tuhan
Usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, yaitu:
Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya
Mengurangi nafsu untuk mengumpulkan harta yang berlebihan
Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki fitnah, dan sebagainya.
Kamis, 28 Juni 2012
Senin, 04 Juni 2012
BAB
I tugas
softskill minggu 1
A. Tinjauan tentang Ilmu Budaya dasar
Mata kuliah
Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan
tentang-tentang nilai-nilai, tentang kebudayaaan, tentang berbagai macam
masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Mata kuliah ini
sangatlah penting mengingat bahwa ruang lingkup pendidikan kita sangat sempit
dan condong membuat manusia-manusia spesilais tidak berpandangan luas.
Mata kuliah ini
diharapkan agar lulusan perguruan tinggi dari semua jurusan dapat mempunyai
suatu kesamaan bahan pembicaraan. Kesamaan ini diharapkan, agar interelasi
antar intelektuil lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembagunan
Negara pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.
Secara singkat,
setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :
- Minat dan kebiasaan
menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan di luar lingkungannya,
menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan mengapa.
- Kesadaran akan pola-pola
nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara
hidupnya sehari-hari.
- Kerelaan memikirkan kembali
dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apakah dia
secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk
dirinya sendiri.
- Keberanian moral untuk
mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan
penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat
dibenarkan.
Latar belakang
diberikan nya mata kuliah Ilmu Budaya Dasar, sesuai dengan program pendidikan
di Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempurnakan pembentukan sarjana.
Latar belakang
Ilmu Budaya Dasar dalam konteks budaya, Negara dan masyarakat Indonesia
berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
- Kenyataaan bahwa bangsa
Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keanekaragaman budaya,
yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan primordial, kesukuan, dan
kedaerahan.
- Proses pembangunan yang
sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan
negative berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya.
Akibat lebih dari pembenturan nilai budaya ini ialah timbulnya konflik
dalam kehidupan.
- Kemajuan ilmu pengetahuan
dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mansia, menimbulkan
konflik dengan tata nilai budayanya.
B. Ilmu
Budaya Dasar Sebagai Bagian Dari MKDU
Ilmu Budaya
Dasar sebagai bagian dari MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga Negara
sarjana yang berkualifikasi sebgai berikut :
- Berjiwa Pancasila
- Takwa terhadap Tuhan Yang
Maha Esa
- Memiliki wawasan
komprehensif dan pendekatan integral
- Memiliki wawasan budaya yang
luas
C.
Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Secara
sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan
pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan
untuk mengkaji masalah-masalh manusia dan kebudayaan.
Istilah Ilmu
Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic
Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”. Istilah
Humanities berasal dari bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia,
berbudaya dan halus.
Dalam
pengleompokan ilmu pengetahuan, Ilmu Budaya Dasar termasuk dalam kelompok
pengetahuan budaya. Prof, Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan
pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
- Ilmu-Ilmu Alamiah (Natural
Science)
- Tujuan
: Mengetahui keteraturan yang terdapat di alam semesta.
- Proses
Pengkajian : Menggunakanmetode ilmiah dengan cara menentukan hukum
yang berlaku, lalu dibuat analisis untuk menentukan kualiatas. Hasil
analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat
prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar atau 100% salah.
- Yang
Termasuk Kelompok Ini : Astronomi, fisika, kimia, biologi,
kedokteran, mekanika.
- Ilmu Sosial (Social Science)
- Tujuan
: Mengkaji keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia.
- Proses
Pengkajian : Menggunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari
ilmu-ilmu alamiah.
- Yang
Termasuk Kelompok Ini :
- Pengetahuan Budaya (The
Humanities)
- Tujuan
: Memahami dan mencari arti kenyataan yang bersifat manusiawi
- Proses
Pengkajian : Menggunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
pernyataan-pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan itu pada umumnya terdapat
pada tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode
ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah
D. Tujuan
Ilmu Budaya Dasar
Mata kuliah
Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa
dengan cara mmperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap
nili-ilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun
yang menyangkut dirinya sendiri.
Untuk bisa menjangkau
tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
- Mengusahakan penajaman
kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya.
- Memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan dan
budaya.
- Mengusahakan agar mahasiswa,
sebagai calon pemimpin bangsa yang ahli dalam bidang disiplin
masing-masing.
- Mengetahui wahana komunikasi
para akademis agar merka mampu berdialog satu sama lain.
E. Ruang
Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak
dari kernagka tujuan yang telah ditentukan diatas, dua masalah pokok bisa
dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup Ilmu Budaya
Dasar. Kedua masalah pokok itu ialah:
- Berbagai aspek kehidupan
seluruhnya dapat didekati dengan menggunakann pengtahuan budaya
- Hakekat manusia yang satu
atau universal, akan tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan
masing-masing zaman dan tempat
Pokok bahasan
yang akan dikembangkan ialah :
- Manusia dan CInta Kasih
- Manusia dan Keindahan
- Manusia dan Penderitaan
- Manusia dan Keadilan
- Manusia dan Pandangan Hidup
- Manusia dan Tanggung Jawab
- Manusia dan Kegelisahan
- Manusia dan Harapan
BAB II tugas softskill minggu 2
MANUSIA & KEBUDAYAAN
Unsur manusia :
ü Jasad : badan kasar manusia
yang nampak pada luarnya,
ü Hayat : mengandung unsur
hidup yang ditandai dengan gerak
ü Ruh : bimbingan dan pimpinan
Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran
ü Nafs : kesadaran tentang
diri sendiri.
Manusia sebagai satu kepribadian
mengandung tiga unsur
- ID, merupakan kepribadian yang
paling primitif dan paling tidak nampak,.
- EGO, berperanan dalam
menghubungkan energi ID dalam saluran sosial yang dapat dimengerti orang lain.
- SUPER EGO, terbentuk dari
lingkungan eksternal, merupakan kesatuan standar moral.
Hakekat Manusia
- Makhluk ciptaan Tuhan yang
terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan utuh
- Makhluk ciptaan Tuhan yan
sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya,
- Perasaan
Intelektual
4. Perasaan Diri
- Perasaan Estetis
5. Perasaan Sosial
- Perasaan
Etis
6. Perasaan religius
- Makhluk biokultural, yaitu
mahluk hayati yang budayawi.
- Makhluk ciptaan Tuhan yang
terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena
kemampuan bekerja dan berkarya.
Pengertian Kebudayaan
- Menurut E.B. Taylor
(1871), Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat istiadat,
- Menurut Selo Sumarjan
dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya,
rasa dan cipta masyarakat
- Menurut Sutan Takdir
Alisyahbana, Kebudayaan adalah manifestasi dari cara berpikir.
- Menurut Koentjaraningrat,
Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus
dibiasakannya dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya,
- Menurut A.L. Krober
dan C. Kluckhon, bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan
kerja jiwa manusia dalam arti seluas- luasnya.
- Menurut C.A. Van Peursen
mengatakan bahwa kebudayaan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan
kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka
manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam
- Krober dan Kluckhon,kebudayaan
terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan
reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun
pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk di
dalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas
tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap
nilai-nilai.
Unsur- Unsur Kebudayaan
- Menurut Melville J.
Herkovits mengajukan pendapatnya tentang unsur kebudayaan adalah terdiri
dari 4 unsur yaitu : alat teknologi, sistem ekonomi, keluarga dan kekuatan
politik
- Menurut Bronislaw
Malinowski unsur kebudayaan terdiri dari sistem norma, organisasi ekonomi,
alat-alat atau lembaga ataupun petugas pendidikan dan organisasi kekuatan
- Menurut C. Kluckhon
ada tujuh unsur kebudayaan universal yaitu :Sistem religi, Sistem organisasi
kemasyarakatan, Sistem pengetahuan,Sistem mata pencaharian hidup dan sistem
ekonomi, Sistem teknologi dan peralatan, Bahasa, Kesenian.
Orientasi Nilai Budaya
Kebudayaan sebagai karya manusia
memiliki sistem nilai, menurut C. Kluckhon dalam karyanya variations
in value orientation (1961) sistem nilai budaya dalam semua kebudayaan
di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia,
yaitu:
- Hakekat hidup manusia: hakekat hidup untuk setiap
kebudayaan berbeda secara ekstern. Ada yang berusaha untuk memadamkan
hidup, ada pula dengan pola-pola kelakuan tertentu.
- Hakekat karya manusia: setiap kebudayaan hakekatnya
berbeda-beda, untuk hidup, kedudukan/kehormatan, gerak hidup untuk
menambah karya.
- Hakekat waktu manusia: hakekat waktu untuk setiap
kebudayaan berbeda, orientasi masa lampau atau untuk masa kini.
- Hakekat alam manusia: ada kebudayaan yang menganggap
manusia harus mengeksploitasi alam, ada juga yang harus harmonis dengan
alam atau manusia menyerah kepada alam.
- Hakekat hubungan manusia: mementingkan hubungan antar
manusia baik vertikal maupun horizontal (orientasi pada tokoh-tokoh). Ada
pula berpandangan individualistis
Perubahan Kebudayaan
Terjadinya gerak perubahan
kebudayaan ini disebabkan oleh :
- Sebab-sebab yang berasal
dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri misalnya: perubahan jumlah dan
komposisi penduduk
- Sebab-sebab perubahan
lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup
Faktor Yang Mempengaruhi Diterima
Atau Tidaknya Suatu Unsur Kebudayaan Baru, Diantaranya :
- Terbatasnya masyarakat
memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan dan dengan
orang-orang yang berasal dari luar masyarakat tersebut
- Pandangan hidup dan
nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai
agama
- Corak struktur sosial
suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru
- Suatu unsur kebudayaan
diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi
landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru tersebut
- Apabila unsur baru itu
memiliki skala kegiatan yang terbatas, dan dapat dengan mudah dibuktikan
kegunaannya oleh warga masyarakat yang bersangkutan.
Kaitan Manusia Dan Kebudayaan
Proses dialektis ini tercipta
melalui tiga tahap yaitu :
- Eksternalisasi,
proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya;
- Obyektivasi,
proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang
terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia,
- Internalisasi,
proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia
mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
BAB III tugas softskill minggu 3
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM
KESUSASTERAAN
A. Pendekatan Kesusasteraan
IBD semula Basic Humanities, berasal
dari bahasa Inggris The Humanities. Istilah berasal dari bahasa Latin
Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari The
Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, berbudaya, dan halus.
Sastra lebih mudah berkomunikasi,
karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Ilmu Budaya
Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa
Istilah prosa kadang disebut narrative
fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa
Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan
didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran,
lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita
pendek.
B. Ilmu Budaya Dasar Yang
Dihubungkan Dengan Prosa
Dalam kesusasteraan Indonesia kita
mengenal jenis Prosa Lama dan Prosa Baru.
o Prosa Lama meliputi
:
o Prosa Baru meliputi
1.
Dongeng.
1. Cerpen
2.
Hikayat.
2. Novel.
3.
Sejarah.
3. Biografi.
4.
Epos.
4. Kisah
5. Cerita Pelipur
Lara.
5. Otobiografi
C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi
Adapun nilai-nilai yang diperoleh
pembaca lewat sastra antara lain :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
pembaca mendapatkan pengalaman
sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberi informasi yang tidak
terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan
kultural
merupakan sarana bagi pemindahan
yang tak henti dan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan
wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat
menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu.
karya sastra dapat dibagi menjadi
dua:
1.
Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamannya, mengajak pembaca untuk
mengikuti apa yang dikehendaki zamannya.
2.
Karya sastra yang menyuarakan gejolak zamannya, biasanya untuk merenung.
D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan
Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman
jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa
yang artistik/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan atau
keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun
puisinya dengan menggunakan :
1.Figura bahasa seperti gaya personifikasi
(penjelmaan), metafora (kiasan), Perbandingan, alegori (kiasaan), sehingga puisi
menjadi segar dan menarik.
2.Kata-kata yang ambiquitas , yaitu
kata-kata yang bermakna ganda.
3.Kata-kata yang berjiwa yaitu
kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan
pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup.
4.Kata-kata yang konotatif yaitu
kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai rasa dan asosiasi tertentu.
Alasan yang mendasari penyajian
puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
1. Hubungan puisi dengan pengalaman
hidup manusia
Pendekatan terhadap pengalaman
perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative
entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan
pengalaman yang dituangkan penyair dalam puisinya.
2.Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual;
Dengan membaca puisi, mahasiswa
dapat diajak untuk menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri
sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian
dalam hati manusia.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.
Puisi juga memberikan kepada manusia
tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isue
dan problem sosial. Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi
dasar manusia sosial yang bisa berupa:
o Penderitaan atas
ketidakadilan;
o Perjuangan untuk
kekuasaan;
o Konflik dengan
sesamanya;
o Pemberontakan kepada
hukum Tuhan.
Puisi–puisi umumnya sarat akan
nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan
yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih yang terdapat di
dalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan.
Cinta kasih itu kadang-kadang tidak
berdiri sendiri, ia sering berpadu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang lain
seperti penderitaan (kesepian, kesedihan, keputusasaan dan lain-lain).
BAB
IV tugas softskill minggu 4
MANUSIA DAN CINTA KASIH
A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia
karya W.J.S. Poerwadarminta cinta adalah rasa sangat suka, sayang, ataupun
sangat tertarik hatinya. Pengertian cinta menurut Dr. Abdullah Nasih
Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta, Cinta adalah perasaan jiwa dan
gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh
gairah, lembut, dan kasih sayang.
Cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono
memiliki tiga unsur, yaitu :
1. Keterikatan (Cinta Setia)
2. Keintiman (Cinta Saudara)
3. Kemesraan (Cinta Rayuan)
Cinta memiliki tiga tingkatan:
tinggi (Allah dan Rasulnya dan berjihad di jalan Allah), menengah (orang tua,
anak, saudara, istri/suami dan kerabat) dan rendah (keluarga, kerabat, harta
dan tempat tinggal).
Cinta tingkat rendah adalah cinta
yang paling keji , hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu ia adalah
cinta rendahan, bentuknya beraneka ragam misalnya :
1. Cinta kepada thagut (syetan),
selain Allah
2. Cinta berdasarkan hawa nafsu
3. Cinta lebih mengutamakan
kecintaan kepada orang tua, anak, istri, perniagaan dsb
Hikmah cinta adalah sangat besar,
hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasan oleh Allah sajalah yang
mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah tersebut adalah :
- Cinta itu adalah merupakan ujian yang berat dan pahit
dalam kehidupan manusia,
- Cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia
merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan
lingkungan
- Cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup
manusia
4. Cinta merupakan pengikat
yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan
bermasyarakat,
B. Cinta Menurut Ajaran Agama
1. Cinta Diri (QS. Al Adiyat, 100:8,
QS. Fushilat, 41:49).
2. Cinta Kepada Sesama Manusia
3. Cinta Seksual (QS. Ar Rum, 30:21)
4. Cinta Kebapakan (QS. Maryam,
19:4-6, QS. Yusuf 12:84, QS. Hud, 11:45)
5. Cinta Kepada Allah (QS. Al Imran,
3:31)
6. Cinta Kepada Rasul.
C. Kasih Sayang
Cara pemberian cinta kasih ini dapat
dibedakan:
1. Orang tua bersifat aktif, Si Anak
bersifat pasif.
2. Orang tua bersifat pasif, Si Anak
bersifat aktif.
3. Orang tua bersifat pasif, Si Anak
bersifat pasif.
4. Orang tua bersifat aktif, Si Anak
bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak
saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya
D. Kemesraan.
Kemesraan ialah hubungan yang akrab
baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah
berumah tangga. Kemesraan merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.
Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian kemesraan. Kemesraan adalah
perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia.
Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan
kemampuan dan bakatnya.
G. Cinta Kasih Erotis
Cinta kasih sering kali dicampur
baurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, dalam cinta kasih
terdapat eksklusivitas yang tidak terdapat dalam cinta kasih persaudaraan dan
cinta kasih keibuan.
Dengan demikian maka bahwa cinta
kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa
cinta kasih erotis itu tidak lain dari pada perbuatan kemauan keduanya,
lebih tepat jika dikatakan bahwa tidak terdapat pada yang satu, juga tidak
pada yang lain.
(minggu 5)
MANUSIA Dan Cinta Kasih
Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia
karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa)
sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan
kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas
kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata
kasih memperkuat rasa cinta, Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai
perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas
kasihan.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, pernatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya: bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggungjawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisiko Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta dikemukanaknjuga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia hams ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilanformal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-Iainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin mcmbelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mcngungkapkan rasa sayang, dan seterusnya . Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mcngemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain dari pada partnemya.
Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang.
Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga tidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempuma, dan dapat disebutkan bukan cinta.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikernukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan,dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, sud dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.
Didalam kitab Suci Alqur'an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Alloh dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
katakanlah:jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah rnendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya. Hal ini merupakan konsekwensi iman dan merupakan keharusan dalam Islam. Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama. Tak diragukan lagi, bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempuma, maha indah dan maha agung. Tak ada satupun selain dia yang memiliki kesempumaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti karena dialah yang maha tinggi, maha sempurma dan maha agung.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin akrab.
Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan einta dari seseorang terhadap orang lain: seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, einta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, einta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah aimya.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampakjelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan ternadap anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan.
Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :
1. cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat Al Baqarah, Allah berfinnan : dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah
2. cinta berdasarkan hawa nafsu.
3. cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan
tempat tinggal.
Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluamya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, pernatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya: bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mangasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggungjawab dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisiko Unsur yang ketiga adalah perhatian yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke empat adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta dikemukanaknjuga oleh Dr Sarlito W. Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memilikki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia hams ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilanformal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan:sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi, pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasa berhutang, tidak saling menyimpan rahasia dan lain-Iainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin mcmbelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mcngungkapkan rasa sayang, dan seterusnya . Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mcngemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kuat, kecemburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal-hal lain dari pada partnemya.
Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang.
Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga tidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempuma, dan dapat disebutkan bukan cinta.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikernukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan,dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dengan cara yang terhormat dan mulia, sud dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.
Didalam kitab Suci Alqur'an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Alloh dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebagai berikut :
katakanlah:jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah rnendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.
Bagi setiap orang Islam yang bertakwa, sudah menjadi keharusan bahwa cinta kepada Allah, pada Rasulullah, dan berjihad di jalan Allah, adalah merupakan cinta yang tidak ada duanya. Hal ini merupakan konsekwensi iman dan merupakan keharusan dalam Islam. Bahkan itu pendorong utama di dalam menunjang tinggi agama. Tak diragukan lagi, bahwa seorang yang telah merasakan kelezatan iman di dalam hatinya, ia akan mencurahkan segala cintanya hanya kepada Tuhan. Karena ia telah meyakini bahwa dzat Tuhanlah yang maha sempuma, maha indah dan maha agung. Tak ada satupun selain dia yang memiliki kesempumaan sifat-sifat tersebut. Maka dengan ketulusan iman yang sejati itulah yang harus diikuti karena dialah yang maha tinggi, maha sempurma dan maha agung.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin akrab.
Berangkat dari perasaan lembut yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati dan jiwa seseorang inilah, akan terbentuk perasaan kasih sayang dan einta dari seseorang terhadap orang lain: seorang anak terhadap orang tuanya, orang tua terhadap anak-anaknya, seorang suami terhadap istrinya atau sebaliknya istri terhadap suaminya, einta seseorang terhadap sanak saudara dan familinya, einta seseorang terhadap sahabatnya, atau seorang penduduk pada tanah aimya.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh cinta menengah ini akan nampakjelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan, bimbingan, dan pendidikan ternadap anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan.
Karena itu ia adalah cinta rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :
1. cinta kepada thagut. Thagut adalah syetan, atau sesuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat Al Baqarah, Allah berfinnan : dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah
2. cinta berdasarkan hawa nafsu.
3. cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan
tempat tinggal.
Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia, cinta
menampakan diri dalam berbagai bentuk kadang-kadang seseorang mencintai dirinya
sendiri, kadang-kadang mencintai orang lain atau juga istri dan anaknya,
hartanya, atau Allah dan Rasulnya,berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan
dalam kitab suci Al-Qur`an.
a. Cinta Diri
Cinta ini erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya.
b. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Alloh ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
c. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
d. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
e. Cinta Kepada Alloh
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
a. Cinta Diri
Cinta ini erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya.
b. Cinta Kepada Sesama Manusia
Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Alloh ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.
c. Cinta Seksual
Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.
d. Cinta Kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
e. Cinta Kepada Alloh
Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Kasih Sayang
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karanganW.J.S.Porwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebh dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang, mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karanganW.J.S.Porwadarminta, kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang lebh dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang, mengasihi, atau saling menumpahkan kasih sayang.
Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
* Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
# menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
# Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan.
Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa
sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
# Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia
sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
Kemesraan berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Tingkatan kemesraan dapat dibedakan berdasarkan umur, yaitu:
* Kemesraan dalam Tingkat Remaja, terjadi dalam masa puber atau genetal pubertas yaitu dimana masa remaja memiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
# menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat.
# Kemesraan dalam Rumah Tangga, terjadi antara pasangan suami istri dalam perkawinan.
Biasanya pada tahun tahun wal perkawinan, kemesraan masih sangat terasa, namun bisa
sudah agak lama biasanya semakin berkurang.
# Kemesraan Manusia Usia Lanjut, Kemsraan bagi manusia berbeda dengan pada usia
sebelumnya. Pada masa ini diwujudkan dengan jalan – jalan dan sebagainya.
Pemujaan
Pemujaan adalah dimana kita memuja atau
mengagungkan sesuatu yang kita senangi.Pemujaan dapat dilakukan dalam berbagai
aspek seperti memuja pada leluhur,memuja pada agama tertentu dan kepercayan
yang ada.seperti Pemujaan pada leluhur adalah suatu kepercayaa bahwa
para leluhur yang telah meninggal masih memiliki kemampuan untuk ikut
mempengaruhi keberuntungan orang yang masih hidup. Dalam beberapa budaya Timur,
dan tradisi penduduk asli Amerika, tujuan pemujaan leluhur adalah untuk
menjamin kebaikan leluhur dan sifat baik pada orang hidup, dan
Belas Kasihan DAN Cinta Kasih Erothis
kadang-kadang untuk meminta suatu
tuntunan atau bantuan dari leluhur. Fungsi sosial dari pemujaan leluhur adalah
untuk meningkatkan nilai-nilai kekeluargaan, seperti bakti pada orang tua,
kesetiaan keluarga, serta keberlangsungan garis keturunan keluarga
Belas kasih adalah kebajikan di mana
kapasitas emosional empati dan simpati untuk penderitaan orang lain dianggap
sebagai bagian dari cinta itu sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang
lebih besar dan humanisme-dasar ke tertinggi prinsi-prinsip dalam filsafat,
masyarakat, dan kepribadian .
Dalam surat Al –Qolam ayat
4,” maka manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain, karena belas kasihan
adalah perbuatan orang yang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi sangat
dipujikan oleh Allah SWT.”
Perbuatan atau sifat menaruh belas
kasihan adalah orang yang berahlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas
kasihan. Masalahnya sanggupkah ia mengggugah potensi belas kasihannya itu. Bila
orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah
SWT.
BAB VI tugas softskill minggu 6
MANUSIA DAN PENDERITAAN
A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata
derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra. Derita
artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan
itu dapat lahir atau batin atau lahir batin.
B. S i k s a a n
Siksaan dapat diartikan sebagai
siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani.
Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis
misalnya:
a.Kebimbangan: dialami seseorang bila ia pada
suatu saat tidak dapat menentukan pilihan b.Kesepian: dialami seseorang
yang merasa kesepian walaupun berada di keramaian.
c.Ketakutan: rasa ingin menghindar dari
sesuatu yang menyebabkan ketakutannya.
Sebab Seseorang Merasa Ketakutan :
- Claustrophobia : takut terhadap ruangan tertutup
- Agorophobia : takut terhadap ruangan terbuka
- Gamang : takut berada di tempat ketinggian
- Kegelapan : takut bila berada di tempat gelap
- Kesakitan : takut yang disebabkan rasa sakit
- Kegagalan : takut akan mengalami kegagalan.
C. Kekalutan Mental
Kekalutan mental adalah gangguan
kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi
sehingga yang bersangkutan bertingkah kurang wajar .Gejala-gejala permulaan
seseorang mengalami kekalutan mental :
- Nampak pada jasmani : pusing, sesak napas, demam, nyeri
pada lambung
- Nampak pada kejiwaan:cemas, takut patah hati, apatis,
cemburu, mudah marah
Tahapan-tahapan gangguan kejiwaan :
- Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala kehidupan baik
jasmani maupun rohani
- Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif;
- Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown).
Sebab-sebab timbulnya kekalutan
mental :
- Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani /mental
yang kurang sempurna
- Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma, tidak
dapat menyesuaikan diri
- Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan
reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Kekalutan mental yang dialami
seseorang mendorongnya ke arah :
- Positif : trauma (luka jiwa), survive dalam
hidup;
- Negatif : trauma diperlarutkan atau diperturutkan
akhirnya frustasi.
Bentuk-bentuk frustasi
- Agresi :
kemarahan yang meluap-luap akibat emosi tidak terkendali
- Regresi :
kembali pada pola reaksi primitif atau kekanak-kanakan
- Fiksasi :
pembatasan pada satu pola yang sama;
- Proyeksi :
memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang
lain;
- Identifikasi : menyamakan diri dengan seseorang yang sukses
- Narsisme :
merasa dirinya lebih superior daripada orang lain
- Autisme :
menutup diri secara total dari dunia riil, puas dengan fantasinya sendiri.
D. Penderitaan Dan Perjuangan
Penderitaan sebagai kodrat manusia,
artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup bahwa manusia hidup ditakdirkan
bukan hanya untuk bahagia melainkan juga menderita. Karena itu manusia hidup
tidak boleh pesimis yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan.
Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup.
E. Penderitaan, Media Masa Dan
Seniman
Dalam dunia modern sekarang ini
kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh
kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan sebagian
lainnya membuat manusia menderita.
Media masa merupakan alat yang
paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia
secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tak kalah pentingnya komunikasi yang
dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca, penontonnya
dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
F. Penderitaan Dan Sebab-Sebabnya
Berdasarkan sebab timbulnya
penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A) Penderitaan yang
timbul karena perbuatan buruk manusia :
- Perbuatan semena-mena kepada pembantu rumah tangga
- Perbuatan buruk orang tua yang menganiaya anak
- Perbuatan buruk para pejabat zaman orde lama
- Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungan : banjir
dan tanah longsor, perbuatan lalai : gas beracun.
B) Penderitaan yang
timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
- Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan;
- Nabi Ayub mengalami cobaan Tuhan
- Tenggelamnya Fir’aun di laut Merah.
G. Pengaruh penderitaan
Sikap yang timbul pada orang yang
mengalami penderitaan berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Contoh
sikap negatif yaitu penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,
ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti,
misalkan tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup.
Sikap positif yaitu sikap optimis
mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan. Sikap
positif biasanya kreatif dan tidak mudah menyerah.
Apabila sikap negatif dan sikap positif
ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para
pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya.
BAB VII tugas softskill minggu 7
MANUSIA DAN KEADILAN
A. Pengertian Keadilan
Keadilan menurut Beberapa para
pemikir yang mendefinisikan keadilan adalah :
- Aristoteles, adalah kelayakan dalam tindakan manusia..
- Plato, adalah orang yang dapat mengendalikan diri, dan
perasaannya dikendalikan oleh akal.
- Socrates, memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.
- Kong Hu Chu, keadilan terjadi apabila anak sebagai
anak,ayah sebagai ayah, dan raja sebagai raja, masing-masing telah
melaksanakkan kewajibannya.
Menurut pendapat yang lebih umum
dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang
antara hak dan kewajiban.
B. Keadilan Sosial
Pancasila sila kelima yang berbunyi
“keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” ini mengandung pengertian tidak
ada kemiskinan dalam Indonesia merdeka. Bung Hatta dalam uraiannya mengenaai
sila kelima Pancasila menulis bahwa keadilan sosial adalah langkah yang
menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur. Selanjutnya untuk
mewujudkan keadilan sosial itu diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk
yaitu :
a. perbuatan luhur ynag mencerminkan
sikap dan suasana kekeluargaan
b. sikap adil terhadap sesama
c. sikap suka memberi pertolongan
terhadap yang membutuhkan
d. sikap suka bekerja keras
e. sikap menghargai hasil karya
orang lain
Asas terciptanya keadilan sosial dituangkan
melalui 8 jalur pemerataan yaitu :
- pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok
- pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan
kesehatan
- pemerataan pembagian pendapatan
- pemerataan kesempatan kerja
- pemerataan kesempatan berusaha
- pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
- pemerataan penyebaran pembangunan
- pemerataan memperoleh keadilan
C. Berbagai macam keadilan
1. Keadilan legal atau
keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan
hukum merupakkan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga
kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan
pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (The man behind the
gun).
2. Keadilan distributive
Aristoteles berpendapat bahwa
keadilan akan terlaksana bila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan
yang tidak sama secara tidak sama (Justice is done when equals are treated
equally).
3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan
memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles
pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam
masyarakat. Semua tindakan yang menjadikan ujung ekstrim menjadikan
ketidakadilan dan akan merusak bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
D. Kejujuran
Kejujuran atau jujur artinya apa
yang dikatakan oleh seseorang sesuai dengan hati nuraninya dan apa yang
dikatakan sesuai dengan knyataan yang ada. Jujur juga berarti hati seseorang
bersih dari perbuatan yang dilarang oleh agama. Adapun kesadaran moral adalah
kesadaran tentang diri sendiri berhadapan dengan hal baik dan buruk. Dalam
kehidupan sehari-hari jujur atau tidak jujur merupakan bagian hidup yang tidak
dapat dipisahkan.
Ketidakjujuran sangat luas
wawasannya sesuai dengan luasnya kehidupan dan kebutuhan manusia. Untuk mempertahankan
kejujuran, berbagai cara berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun demi
sopan santun dan pendidikan seseorang diperbolehkan berkata tidak jujur sampai
pada batas-batas yang dapat dibenarkan.
E. Kecurangan
Kecurangan artinya apa yang diinginkan
tidak sesuai dengan hati nurani. Orang yang sudah berbuat curang dengan maksud
memperoleh keuntungan atau materi. Bagi orang yang berbuat curang akan
mendatangkan kesenangan bagi dirinya meskipun orang lain menderita.
Faktor yang mempengaruhi orang yang
melakukan kecurangan diantaranya :
- Faktor Ekonomi
- Faktor Kebudayaan
- Faktor Peradaban
- Faktor Teknik
F. Pemulihan nama baik
Nama baik merupakan tujuan utama
orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga
dengan hati-hati agar namanya tidak tercemar. Penjagaan nama baik erat
hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan.
Tingkah laku atau perbuatan yang
baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :
- Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral
- Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus
dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.
Bila nama baik seseorang tercemar
maka orang tersebut akan melakukan apa saja untuk memulihkan nama
baiknya.Pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya
bahwa apa yang diperbuat tidak sesuai dengan ukuran moral atau akhlak.
Tingkah laku dan perbuatan manusia
harus disesuaikan dengan penciptanya sebagai manusia.
Ada 3 macam godaan yaitu
derajat/pangkat, harta dan wanita.Bila orang tidak dapat mengendalikan hawa
nafsunya maka ia akan terjerumus kejurang kenistaan karena untuk mendapatkan
derajat/pangkat, harta dan wanita dipergunakan jalan yang tidak wajar.
Untuk memulihkan nama baik, manusia
harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir saja
melainkan harus bertingkah laku sopan, ramah dan berbuat darma serta mempunyai
sikap rela dan tawakal yang harus selalu dipupuk.
G. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas
perbuatan orang lain.Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan
yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebalik pergaulan yang penuh
kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.
BAB VIII tugas softskill minggu 8
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. Pengertian pandangan
hidup
Pandangan hidup artinya pendapat
atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di
dunia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup dapat
diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu:
- Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu
pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
- Pandangan hidup yang berupa Ideologi, yang disesuaikan
dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
- Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup
yang relatif kebenarannya.
Pandangan hidup mempunyai 4
unsur-unsur, yaitu:
- Cita-cita apa yang diinginkan yang mungkin dapat
dicapai dengan usaha atau perjuangan.
- Kebajikan segala hal yang baik yang membuat manusia
makmur, bahagia, damai dan tenteram.
- Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi
keyakinan.
- Keyakinan atau kepercayaan, merupakan hal terpenting
dalam hidup manusia.
B. Cita-cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan,
tujuan, yang selalu ada dalam pikiran. Cita-cita merupakan pandangan masa depan
dan pandangan hidup dimasa yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan
semacam garis linier yang makin lama makin tinggi tingkatannya.
Apabila cita-cita belum tercapai
maka cita-cita tersebut disebut angan-angan. faktor yang menentukan seseorang
dapat atau tidak mencapai cita-citanya, yaitu:
– Manusianya
yang memiliki cita-cita
– Kondisi
yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan
– Seberapa
tinggi cita-cita yang hendak dicapai
Faktor manusia yang ingin mencapai
cita-citanya ditentukan oleh kualitas manusianya. Cara keras dalam mencapai
cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang apabila berhasil akan
menimbulkan kepuasan.
Faktor kondisi yang mempengaruhi
tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang
menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar
tercapainya suatu cita-cita sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi
yang merintangi.
Faktor tingginya cita-cita merupakan
faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Memang ada pepatah lama yang mengatakan
gantungkan cita-citamu setinggi langit namun harus memperhatikan situasi dan
kondisi yang ada.
Maka dari itu sebuah cita-cita harus
dilakukan dengan penuh pertimbangan perhitungan sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki serta kondisi yang dilalui.
Suatu cita-cita tidak hanya dimiliki
oleh individu tapi juga oleh masyarakat bangsa dan negara. Cita-cita suatu
bangsa merupakan keinginan atau tujuan suatu bangsa dan negara.
C. Kebajikan
Kebajikan atau kebaikan adalah suatu
perbuatan yang mendatangkan kesenangan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral yang sesuai dengan norma-norma
agama dan etika.
Manusia berbuat baik karena pada
hakekatnya manusia itu baik. Makhluk bermoral atas dorongan suara hatinya
manusia cenderung berbuat baik. Manusia adalah sebuah pribadi yang utuh yang
terdiri atas jiwa dan badan. Kedua unsur tersebut terpisah bila manusia
meninggal. Manusia mempunyai kepribadian oleh karena itu ia mempunyai pendapat
sendirian ia mencintai dirinya, perasaannya dan cita-citanya.
Manusia merupakan makhluk sosial
yang tidak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk dapat
bertahan hidup. Untuk dapat melihat kebajikan kita harus melihat dari 3 segi,
yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat
dan manusia sebagai makhluk Tuhan.
Suara hati adalah semacam bisikan
didalam hati yang mendesak seseorang untuk menimbang dan menentukan baik
buruknya suatu perbuatan. Jadi suara hati dapat merupakan hakim untuk diri
sendiri. Sebab itu nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.
Kebajikan adalah perbuatan yang
selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan Tuhan. Kebajikan
berarti: berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah
tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak meransang bagi
yang melihatnya
D.Usaha Dan Perjuangan
Usaha dan perjuangan adalah kerja
keras untuk mewujudkan cita-cita. Sebagian hidup manusia adalah usaha atau
berusaha. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, maka ia harus bekerja
keras. Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak atau ilmu maupun dengan tenaga
atau jasmani bahkan dengan keduanya.
Kerja keras pada dasarnya menghargai
dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya pemalas membuat
manusia iri, miskin dan melarat bahkan menjatuhkan harkat dan martabatnya
sebagai seorang manusia.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi
oleh kemampuan. Karena dibatasi oleh kemampuan itulah timbul perbedaan tingkat
kemakmuran antara manusia. Kemapuan itu terbatas pada fisik dan keahlian atau
keterampilan. Orang bekerja dengan fisik lemah, akan memperoleh hasil sedikit.
Manusia mempunyai rasa kebersamaan
dan cinta kasih maka ketidakmampuan atau keterbatasan yang menimbulkan
perbedaan tingkat kemakmuran dapat diatasi secara tolong menolong dalam wadah
kekeluargaan.
E. Keyakinan atau kepercayaan
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution,
ada 3 aliran filsafat, yaitu:
(a). Aliran Naturalisme, aliran ini berintikan spekulasi
mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak. Dasar aliran ini adalah kekuatan gaib
dari nature dan itulah ciptaan Tuhan. Bagi yang percaya adanyaTuhan, itulah kekuasaan
tertinggi. Manusia adalah ciptaan Tuhan karena itu manusia mengabdi kepada
Tuhan berdasarkan ajaran ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama ada 2
macam,yaitu:
1. Ajaran agama yang dogmatis,yang
disampaikan Tuhan melalui ajaran para nabi.
2. Ajaran agama dari pemuka agama,
yaitu sebagai hasil pemikiran manusia
(b) Aliran Intelektualisme, besar aliran ini adalah logika
atau akal. Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka
keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi
oleh keyakinan kebenaran yang diterima oleh akal.
(c) Aliran gabungan, dasar aliran ini adalah perbuatan
yang gaib dan akal. Kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan,
sedangkan akal adalah dasar kebudayaan yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul 2
kemungkinan pandangan hidup yaitu : pandangan hidup sosialisme dan sosialisme
religius. Pandangan hidup sosialisme mengutamakan logika berfikir dari hati
nurani, sedangkan sosialisme religius mengutamakan kedua-duanya.
F. Langkah langkah berpandangan
hidup yang baik
Langkah-langkah berpandangan hidup
yang baik yaitu:
- Mengenal,
merupakan suatu kodrat bagi manusia dan tahap hidup pertama dari setiap
individu. Sebagai seorang muslim kita mengenal pandangan hidup yaitu
alquran dan hadist serta ijmak Ulama yang merupakan satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan.
- Mengerti,
mengerti disini dimaksudkan pada mengerti tentang pandangan hidup.
- Menghayati,
menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam pandangan hidup yaitu dengan
memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup.
- Meyakini,
merupakan suatu hal yang cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga
dapat mencapai tujuan hidupnya.
- Mengabdi,
merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu
yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya sendiri lebih dari
orang lain.
- Mengamankan, merupakan langkah terberat dan benar-benar
membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala
sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.
BAB IX
TANGGUNGJAWAB
A. Pengertian
tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kesadaran
manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak
disengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran
akan kewajibannya.
B. Macam-macam
tanggungjawab
- Tanggungjawab terhadap diri sendiri
Tanggungjawab terhadap diri sendiri
menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya
sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan
demikian bisa memecahkan masalah-masalah
kemanusiaan
mengenai dirinya sendiri.
- TanggungJawab Kepada Bangsa Dan Negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak,
bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat
oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri.Bila perbuatan
manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada negara.
- TanggungJawab Terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi
ini bukanlah tanpa tanggungjawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia
mempunyai tanggungjawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia
tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai
kitab suci melalui berbagai macam agama.
- TanggungJawab Terhadap Keluarga
Tiap anggota keluarga wajib
bertanggungjawab kepada keluarganya. Tanggungjawab ini menyangkut nama baik
keluarga. Tetapi tanggungjawab ini juga merupakan kesejahteraan, keselamatan,
pendidikan, dan kehidupan
- TanggungJawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa
hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk
sosial. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat
yang tentunya mempunyai tanggungjawab seperti anggota masyarakat yang lain agar
dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.
C. Pengabdian dan pengorbanan
- Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik
yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan,
cinta kasih , kasih sayang, hormat,atau satu ikatan dan semua itu dilakukan
dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjawab.
Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan. Hal itu
berarti mengabdi kepada keluarga.
- Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban
atau qurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian
untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian
itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih.
Langganan:
Postingan (Atom)