Selasa, 29 April 2014

about laptop lenovo b480

Lenovo B480 Laptop PC Front Back View 1L 940x475 610x308 Lenovo B480: Tangguh Kerjanya, Hemat Harganya  pilihan news notebooklaptop komputer

Meskipun dalam kategori notebook murah, Lenovo B480 dilengkapi dengan sistem operasi Windows 8. Sebagai sebuah notebook untuk tujuan bisnis, Lenovo B480 juga sudah memakai berbagai fitur-fitur canggih seperti khas Lenovo EE3 untuk proses boot-up lebih cepat, Lenovo OneKey Rescue sistem dan sidik jari reader untuk keamanan tambahan. Juga ada Lenovo manajemen energi yang memungkinkan pengaturan daya B480 sehingga baterai dapat bertahan lebih lama.

Juga tertanam Intel Core i3 - 2328M, 2GB DDR3 RAM dan 500GB hard disk. Spesifikasi ini lebih dari cukup, baik untuk menjalankan aplikasi Office atau bermain video dalam HD 14 inch layar. Bahkan tersedia HDMI Konektor untuk menghubungkan ke TV atau proyektor B480.
Penasaran dengan harganya? Lenovo B480 dipasarkan dengan harga Rp4.699.000. harga yang cukup terjangkau untuk laptop kualitas prima ..  .

Spesifikasi Lenovo B480:

Prosesor: Intel Core i3-2328M 2,2GHz
OS: Windows 8
Layar: LED 14 inci WXGA
GPU: Intel HD Graphics 3000
RAM: 2GB DDR3
HDD: 500GB
Fitur lain: HDMI, USB, Wi-Fi, fingerprint reader, 4-in-1 card reader, webcam HD 720p.

laptop ini sangat berarti bagi hidup saya, dan saya pakai setiap hari sebagai teman dekat.

RESENSI BUKU

Buku Tentang Harakiri di Jepang

HARAKIRI adalah menyodet perut sendiri dengan pisau pendek setajam silet. Bukan hanya menusuk, tetapi menyobek perut dari arah kanan ke kiri, dan dari atas ke bawah. Tak boleh merintih kesakitan, apalagi teriak mengaduh —meski usus terburai. Dan bila tak sanggup menahan siksa atas kepedihan itu, seorang Kaishaku (algojo) siap memenggal batang leher hingga nyawa meregang dari raga.
Harakiri, dari kata Hara (perut) dan Kiru (memotong) sama sekali bukan aksi konyol para pecundang. Pertaruhan teramat mahal untuk kehormatan, harga diri, pengabdian, dan menumpas rasa malu, adalah jawaban atas lelaku Harakiri. Harakiri juga bisa berbentuk Junshi, alias kesetiaan sampai mati. Contohnya, ketika majikan seorang Samurai mati, maka para pengikut setianya melakukan bunuh diri, sebagai bukti kesetiaan sehidup dan semati. Junshi ini, bisa dilakukan perorangan ataupun bersama-sama. Ritual ini pun, dengan demikian, hanya berlaku untuk golongan tertentu: para Samurai, Shogun, atau Ronin. Pada mereka yang melaksanakan ajaran atau prinsip Bushido (The Way of Warrior, atau Jalan Samurai).
Sementara, lelaku bunuh diri untuk kalangan awam adalah Sepukku. Dunia juga mengenal bentuk bunuh diri yang lain di Jepang, misalnya Kamikaze, yaitu pasukan udara yang bertempur berani mati, dan sanggup meluluhlantakkan Pearl Harbour, Amerika Serikat —yang akhirnya menyebabkan jatuhnya Bom Atom di Hirosima dan Nagasaki.
Di luar Jepang, tentu saja Harakiri adalah tradisi membingungkan. Lebih sering terjadi salah mengerti, dan menganggap Harakiri adalah bunuh diri biasa (sebagaimana dilakukan di banyak tempat, dengan motif putus asa atau menyerah pada ganasnya kehidupan). Sejatinya, sebagai sebuah tradisi yang berlangsung sejak lama, nilai-nilai Harakiri justru bertabur dengan mantra keagungan dan kesetiaan total. Menurut buku ini, yang berjudul Sang Samurai, Kisah 47 Ronin dan Kehebatan Samurai Jepang, praktek Harakiri adalah bukti ajaran Bushido, yang menekankan pada unsur kesetiaan dan ketaatan, atau loyality and filial piety (halaman 25).
Awal Mula
Saat ini bukan berarti Harakiri sudah tanggal. Melainkan masih menjadi praktek non Samurai yang membuat publik Jepang resah. Betapa tidak, aksi bunuh diri ini juga kerap melanda warga biasa. Mulai dari seniman, pelajar, hingga pejabat yang merasa malu karena terlibat skandal. Beberapa publikasi menyebut, pemerintah Jepang mengeluarkan anggaran sangat besar guna menghentikan tradisi bunuh diri di Jepang. Namun, statistik bunuh diri tetap saja tinggi. Menurut beberapa publikasi, seperti dilakukan oleh Far Easteren Economi Review (1983), Japan Times, dan Ministry of Health and Welfare (2006), menyebutkan tak kurang dari 3.000 kasus bunuh diri di Jepang. Tentu saja ini ke luar dari alur tradisi yang sebenarnya.
Penyimpangan dari alur sejarah adalah karena kasus-kasus bunuh diri di Jepang moderen, jauh dari spirit keberanian, kehormatan, dan etika Samurai yang lain. Satu hal yang sangat kentara, bahwa dalam sejarah Harakiri yang sesungguhnya, praktek Harakiri dilakukan dengan ritual yang agung —jauh dari kesan pecundang dan putus asa.
Dalam buku ini, tercantum di halaman 51, tergambar tahap dan proses berlangsungnya Harakiri. Seorang ksatria Samurai yang akan bunuh diri, melakukan beberapa metode khusus. Diantaranya: mandi, mengenakan pakaian terbaik dan biasanya warna putih, memakan makanan yang paling disukai, dan meletakkan alat-alat pembunuh di atas sebuah nampan. Setelah itu, lalu menulis puisi kematian (death poem) yang seindah mungkin. Terakhir, ia harus menyiapkan pisau yang akan digunakan memotong perutnya sendiri, yaitu sebuah pisau pendek yang tajam (bernama Tanta). Ritual ini, bagaimanapun bukti bahwa Harakiri bukan aktivitas sembarangan. Hanya orang-orang berani, setia, jujur, dan tahu malu sajalah yang sanggup melakukan. Bukan oleh para pecundang dan pengecut.
Etika Jepang
Nilai-nilai keberanian dan kesetiaan dalam berbakti inilah yang kemudian menjadi ciri unggul manusia Jepang. Dunia telah menyaksikan sendiri, bagaimana Jepang menjadi bangsa unggulan dalam aspek militer (dalam perang dunia dulu), juga kehebatan dalam sisi ekonomi dan ilmu pengetahuan. Etos Jepang yang bersandar pada Religi Tokugawa dan Etos Bushido, menjadi sumber dan inspirasi pada cara hidup kebanyakan orang Jepang. Mereka memiliki harga diri yang tinggi.
Bukan berita aneh, jika di Jepang melakukan kesalahan kecil dan dosa sosial dianggap meruntuhkan harga diri. Jiak seorang pejabat terindikasi korup, mereka memilih mundur —dan bahkan ada yang melakukan bunuh diri. Mereka, Bangsa Jepang, jauh dari watak pengecut dan pecundang. Spirit ini makin membuktikan kedahsyatannya manakala Bangsa Jepang membuka diri dari isolasi panjangnya. Tatkala berlangsung Restorasi Meiji, ketika Kaisar membuat kesepakatan dengan Komodor Perry, untuk membuka Jepang dari keterkungkungan terhadap dunia luar.
Catatan akhir, buku ini sebenarnya bisa lebih menarik andaikata dibuat dengan cara pengisahan, dan bukan mengikuti struktur buku sejarah. Bila itu yang dilakukan, maka cerita-cerita dramatik para Ronin (Samurai kelas bawah) yang legendaris —dan melakukan bunuh diri massal, akan lebih hidup. Tetapi bagaimanapun, sebagai referensi tambahan, buku ini memperkaya khasanah pemikiran kita terhadap budaya Jepang.
Informasi Detil Buku
Judul : Sang Samurai, Legenda 47 Ronin
Penulis : Agata P. Ranjabar
Penerbit : Pinus Book PUblisher, Oktober 2009
Tebal : 251 halaman

CIRI CIRI KARANGAN ILMIAH

1. KARYA ILMIAH
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Ciri ciri :
- objektif
- tidak bersifat persuasif, artinya adalah penulis tidak mengajak pembaca untuk setuju dengan tulisan yang dibuatnya. bisa juga pembaca mengomentari atau mengoreksi isi dari tulisan tersebut.
- tidak melebih-lebihkan, penulis membuat karangan ilmiah ini harus dibuat sesuai dengan data dan fakta yang ada di lapangan.
- sitematis
- tidak dibuat untuk mengejar keuntungan pribadi
Contoh :
karangan ilmiah diantaranya adalah skripsi, tesis, disertasi, makalah.
2. KARYA NON ILMIAH
Karangan Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis
Ciri-ciri :
- Bersifat persuasif
- Ditulis berdasarkan fakta pribadi
- Fakta yang disimpulkan subyektif
- Bersifat imajinatif
- Gaya bahasa konotatif dan populer
- Situasi didramatisir
- tidak memuat hipotesis
- Penyajian dibarengi dengan sejarah
Contoh :
karya non ilmiah diantaranya cerpen, puisi, novel, komik
3. KARYA SEMI ILMIAH /POPULER
adalah karangan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan. Penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah. Penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi Jenis karangansemi ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam opini, editorial, resensi, anekdot, hikayat, dan karakteristiknya berada diantara ilmiah.
Ciri-ciri :
- Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
- Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.
- Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
- Kritik tanpa dukungan bukti.
Contoh :
Manga, merupakan sebutan untuk komik di Jepang. Tidak ada yang tahu secara pasti kapan komik masuk pertama kali ke Jepang, tetapi pada mulanya komik Jepang adalah peniruan dari film animasi Walt Disney oleh Ozamu Tezuka (1928-1989) dan merupakan cikal bakal dari komik Jepang modern. Beliau mengekspresikan gerakan film-film animasi Walt Disney ke dalam komik Jepang. Karya-karya beliau setelah akhir perang dunia II membuka era baru untuk komik Jepang.
Sumber sumber :
1. http://hutamigoodgirl.blogspot.com/2010/11/contoh-kalimat-ilmiah-semi-ilmiah-dan_14.html
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah
3. http://noviani26.wordpress.com/2012/03/21/karangan-ilmiah-semi-ilmiah-non-ilmiah/
4. http://achmadfaroby.blogspot.com/2011/03/perbedaan-karangan-imiah-semi-ilmiah.html