Efek rokok menjalar dari paru-paru ke otak dalam
waktu 10 detik, jauh lebih cepat daripada injeksi intravena obat-obatan
terlarang.
Rokok mengirim sekitar 4.000 bahan kimia untuk
tubuh.
Berikut adalah bahaya dan efek negatif rokok khususnya wanita:
1. Tembakau dan gangguan ginekologi
Merokok mengurangi sekresi estrogen yang diduga
bertanggung jawab atas gangguan menstruasi termasuk timbulnya rasa nyeri.
Merokok juga bisa menyebabkan perubahan nada
suara dan peningkatan bulu tubuh. Menopause terjadi 1 sampai 2 tahun lebih awal
di kalangan perokok.
Tembakau juga bisa memperbesar resiko
perkembangan lesi prakanker leher rahim.
2. Tembakau dan kulit
Karena kurangnya oksigenasi kulit, perokok wanita
akan mengalami kulit kusam. Efek lain, kulit akan menjadi kendur dan tidak
elastis.
Tembakau juga bisa menyebabkan keriput muncul
sebelum waktunya, berkisar dari 10 sampai 20 tahun lebih awal.
3. Tembakau dan pil
35% perempuan berusia 20 sampai 44 tahun yang
merokok sambil mengambil pil kontrasepsi, mengalami 4 sampai 10 kali risiko
masalah kardiovaskular.
Menggabungkan kontrasepsi dengan rokok bisa
menimbulkan bahaya kesehatan serius, terutama pada wanita berusia diatas 35
tahun.
Darah mengental dan risiko trombosis, stroke dan
gangguan vaskuler otak (stroke) dapat muncul akibat tembakau.
4. Merokok dan kehamilan
Merokok dapat menurunkan kesuburan wanita hingga
50%.
Tembakau bisa menyebabkan lendir leher rahim
mengental, mencegah perkembangan sperma, serta menurunkan level estrogen yang
dapat mengurangi kualitas dinding rahim dan membatasi aliran darah yang
diperlukan untuk implantasi telur.
Merokok meningkatkan risiko keguguran hingga 3
kali lipat. Efek lain, pertumbuhan janin juga dapat terganggu akibat kurangnya
pasokan oksigen.
Bayi yang dilahirkan juga cenderung berbobot
rendah (kurang dari 200 gram saat lahir).
Wanita perokok juga akan menghasilkan ASI 25%
lebih sedikit dibandingkan wanita non-perokok.
5. Tembakau dan berat badan
Merokok bisa mengurangi sensitivitas terhadap rasa
dan bau. Selain itu, nikotin akan memperlambat penyimpanan lemak dan
meningkatkan pengeluaran energi sampai 200 kalori per hari dibandingkan
non-perokok.
Para perokok memiliki berat badan lebih rendah
daripada non perokok. Berhenti merokok bukan berarti seorang wanita akan
kelebihan berat badan, namun akan membuatnya memiliki berat badan normal.
Berhenti merokok yang dikombinasikan dengan
olahraga teratur akan menjaga berat badan pada level ideal.
BAHAYA ALKOHOL
Pada jumlah yang sangat terbatas seperti
dilakukan oleh masyarakat di dalam acara keluarga, upacara keagamaan seperti
pesta perkawinan, syukuran, atau penyambutan tamu keluarga dalam santap malam,
minuman keras tidak akan membawa bahaya. Akan tetapi jika diminum
dalam jumlah yang berlebihan, bukan saja bahaya yang timbul serta berkembang
menjadi keributan, bahaya-bahaya
lainnya siap menanti.
Misalnya, kandungan alkohol di
atas 40 gram untuk pria setiap hari atau di atas 30 gram untuk wanita setiap
hari dapat berakibat kerusakan pada organ/bagian tubuh peminumnya. Misalnya,
kerusakan jaringan lunak yang ada di dalam rongga mulut, seputar tenggorokan,
dan di dalam sistem pencernaan (di dalam perut). Organ tubuh manusia yang
paling rawan akibat minuman keras adalah hati atau lever.
Seseorang yang sudah terbiasa meminum minuman beralkohol,
apalagi dengan takaran yang melebihi batas, setahap demi setahap kadar lemak di
dalam hatinya
akan meningkat.
Akibatnya hati harus bekerja lebih dari
semestinya untuk mengatasi kelebihan lemak yang tidak larut di dalam darah.
Dampak lebih lanjut adalah kelebihan timbunan lemak di dalam hati akan
memakan hati
sehingga selnya akan mati. Kalau tidak cepat diobati akan terjadi sirosis atau
pembentukan parut yang akan menyebabkan fungsi hatiberkurang dan menghalangi
aliran darah ke dalam hati.
Satu hal yang paling mengerikan kalau keadaan ini
tidak cepat diobati yakni berkembang menjadi kanker hati.
Tidak hanya bagian lever yang
akan rusak atau tidak berfungsi, bagian lain seperti otak pun bisa terganggu.
Hal itu membuktikan bahwa minuman keras juga mengakibatkan penyakit yang bisa
membawa kematian.
Kelebihan minuman keras menyebabkan kadar alkohol di
dalam darah lebih meningkat, disusul kerusakan sel-sel syaraf yang berfungsi
membangun blok-blok otak. Kalau saja kandungan alkohol di dalam otak lebih
dari 0,5%, pemiliknya akan mudah dan cepat terkena stroke, kemudian menyebabkan
koma dan berakhir dengan kematian yang cukup tragis dan menyedihkan. Kalaupun
dampaknya tidak stragis itu, minimal kelumpuhan akan terjadi dan sukar untuk
disembuhkan kembali karena sel-sel otak sudah rusak. Selain itu juga bisa
terjadi osteoporosis atau pengeroposan tulang.
Dampak yang sangat membahayakan
bagi peminum alkohol
adalah mempercepat fase menopause pada wanita dan gangguan nyeri ataupun gejala
membahayakan
lainnya pada saat datang bulan (haid).
Sementara bagi wanita hamil yang banyak minum alkohol melalui minuman keras, salah satu
akibat yang mengerikan adalah apa yang disebut fetal alcohol syndrome yang
antara lain bayi yang akan dilahirkannya mengalami retardasi mental. Minuman
keras, apalagi yang dibuat setempat dengan nama tuak, ciu, dan sebagainya, bisa
lebih berbahaya.
Hal ini karena pembuatannya tidak terkontrol secara baik, juga penggunaan bahan
baku yang tidak murni dan tidak benar. Di dalamnya bukan saja akan terkandung
etil-alkohol (etanol) yang sesuai dengan
persyaratan, tetapi juga metil-alkohol (metanol) yang berbahaya
bagi kesehatan.