Rabu, 16 November 2011

PARADIGMA

PARADIGMA
Paradigma sosial merupakan kerangka berpikir dalam masyarakat yang menjelaskan
bagaimana cara pandang terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan terhadap ilmu atau
teori yang ada. Paradigma ini juga menjelaskan bagaimana meneliti dan memahami suatu
masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah. Secara umum,
paradigma diklasifikasikan dalam 2 kelompok yaitu kuantitatif dan kualitatif. Masing-masing
paradigma atau pendekatan ini mempunyai kelebihan dan juga kelemahan.
PARADIGMA FAKTA SOSIAL
Dalam paradigma fakta sosial, masyarakat dipandang sebagai kenyataan atau fakta yang
berdiri sendiri, terlepas dari persoalan apakah individu-individu menyukainya atau tidak
menyukainya. Masyarakat dalam strukturnya, yaitu bentuk pengorganisasian, peraturan,
hirarki kekuasaan, perananperanan, nilai-nilai, dan apa yang disebut sebagai pranata-pranata
sosial, merupakan fakta yang terpisah dari individu, namun mempengaruhi individu tersebut.
Sejak kecil individu-individu sudah masuk dalam perangkap daya paksa masyarakat. Mereka
dengan segera akan belajar, bahwa tidak boleh berbuat sekehendaknya melainkan harus
selalu melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan masyarakat di seklilingnya. Dengan
demikian, dalam kehidupan ini ada kemauan umum yang harus diikuti di atas keinginankeinginan
individual.
PARADIGMA PEMROGAMAN DAN INFORMASI
Paradigma adalah sudut pandang tertentu yang digunakan terhadap suatu problem,
realitas, keadaan dan sebagainya. Paradigma membatasi dan mengkondisikan jalan berpikir
seseorang, mengarahkannya terhadap beberapa atribut dan mengabaikan atribut lain,
sehingga paradigma hanya memberikan pandangan yang terbatas terhadap sebuah realitas.
Dalam pemrograman dikenal beberapa paradigma, yaitu:
1. Paradigma Pemrograman Prosedural atau Imperatif
Paradigma ini didasari oleh konsep mesin Von Newman (stored program concept)
sekelompok tempat penyimpanan (memori), yang dibedakan menjadi memori instruksi
dan memori data, masing-masing memori tersebut dapat diberi nama dan nilai,
selanjutnya instruksi akan dieksekusi satu persatu secara sekuensial oleh sebuah proses
tunggal.
Program dalam paradigma ini berdasarkan pada struktur informasi di dalam memori
dan manipulasi dari informasi yang disimpan tersebut. Kata kunci yang sering digunakan
dalam paradigma ini adalah: Algoritma + Struktur Data = Program
Pemrograman dengan paradigma ini sangat tidak “manusiawi” dan tidak “alamiah”
karena harus berfikir dalam batasan mesin(computer), bahkan kadang kadang batasan
ini lebih mengikat daripada batasan problematikanya sendiri.
Keuntungan pemprograman dengan paradigma ini adalah efisiensi eksekusi , karena
dekat dengan mesin.
Contoh bahasa pemrogaman yang menggunakan paradigma prosedural atau
imperatif adalah: Algol, Pascal, Fortran, Basic, Cobol, C, dsb…
2. Paradigma Pemrograman Fungsional
Paradigma ini didasari oleh konsep pemetaan dan fungsi pada matematika, fungsi
dapat berupa fungsi ”primitif”, atau komposisi dari fungsi-fungsi lain yang telah
terdefinisi. Dalam paradigma ini, diasumsikan bahwa akan selalu ada fungsi-fungsi dasar
yang dapat digunakan, sehingga penyelesaian masalah berdasarkan pada fungsi-fungsi
yang telah tersedia tersebut. Jadi dasar pemecahan masalah adalah transformasional,
semua kelakuan program adalah suatu rantai transformasi dari sebuah keadaan awal
menuju ke suatu rantai keadaan akhir, yang mungkin melalui keadaan antara, melalui
aplikasi fungsi.
Paradigma fungsional tidak mempermasalahkan memorisasi dan struktur data, tidak
ada pemilahan antara data dan program, tidak ada lagi pengertian tentang ”variabel”.
Programmer tidak perlu tahu bagaimana mesin mengeksekusi atau bagaimana informasi
disimpan dalam memori, setiap fungsi seperti ”kotak hitam”, yang perlu diperhatikan
hanya keadaan awal dan akhir, sebuah program besar dihasilkan dengan
menggabungkan fungsi-fungsi yang telah tersedia.
Bahasa pemrograman fungsional menonjol dalam kemampuan struktur datanya.
Karena bahasa ini tidak dibatasi oleh variabel yang berasosiasi dengan lokasi memori,
maka sebuah struktur data cukup ditangani sebagai sebuah nilai. Program yang
dihasilkan dengan bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma ini biasanya
membutuhkan waktu pemrosesan yang lebih lama dibandingkan dengan yang
menggunakan paradigma prosedural karena dibutuhkan waktu lebih untuk memproses
fungsi-fungsi yang digunakan dalam membuat program.
Paradigma fungsional memiliki banyak macam bahasa pemrograman, antara lain:
Haskell, Lisp. Haskell merupakan paradigma fungsional yang malas dan murni. Hal ini
disebabkan karena dalam haskell tidak mengevaluasi ekspresi-ekspresi yang
digunakannya yang sebenarnya memang tidak diperlukan untuk menentukan jawaban
bagi suatu masalah. Selain itu bahasa ini tidak memperbolehkan adanya efek samping
(Efek samping adalah sesuatu yang mempengaruhi bagian di program). Tentu saja, suatu
bahasa pemrograman yang tanpa efek samping akan menjadi sangat tidak berguna.
Lisp adalah bahasa ekspresi, karena baik program maupun data dinyatakan sebagai
ekspresi. Selain itu Lisp juga lebih mengarah dalam pemanfaatan artificial intelligence
Keuntungan dari paradigma fungsional :
- Singkat
Karena program cenderung lebih ringkas dibandingkan program terstruktur.
- Mudah dimengerti
Program fungsional seringkali lebih mudah untuk dimengerti, contohnya quicksort,
tidak terlalu diperlukan pengetahuan mengenai quicksort.
- Tidak ada tumpukan memori
Tidak ada kemungkinan memperlakukan integer sebagai pointer, atau dilanjutkan
dengan pointer null.
- Manajemen memori yang terintegrasi
Kebanyakan program rumit perlu mengalokasikan memori dinamis dari tumpukan
(heap). Setiap bahasa fungsional memudahkan pemrogram dari beban manajemen
penyimpanan tersebut. Penyimpanan dialokasikan dan diinisialisaikan secara
implisit, dan diselamatkan secara otomatis oleh kolektor sampah.
Dalam paradigma fungsional, operator yang berlaku masih sama dengan paradigma
procedural. Berikut adalah jenis operator yang berlaku :
a. aritmatika (+,-,/,*)
b. logika (and.or,not,xor)
c. boolean
d. untai
e. himpunan
f. relasi
Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma fungsional adalah
LOGO, APL dan LISP.
3. Paradigma Pemrograman Deklaratif, Predikatif atau Lojik
Paradigma ini didasari atas pendefinisian relasi antar individu yang dinyatakan
sebagai predikat. Sebuah program lojik adalah kumpulan aksioma (fakta dan aturan
deduksi.
Dalam paradigma ini, programmer menguraikan sekumpulan fakta dan aturanaturan
(inference rules). Ketika program dieksekusi, pemakai akan mengajukan
pertanyaan, selanjutnya program akan menggunakan aturan deduksi dan mencocokkan
pertanyaan dengan fakta-fakta yang ada untuk menjawab pertanyaan.
Contoh bahasa pemrograman yang menggunakan paradigma ini adalah Prolog.
4. Paradigma Berorientasi Object (Object Oriented)
Pemrograman berorientasi Objek yang dalam istilah Inggris disebut sebagai Object
Oriented Programming (disingkat OOP) adalah salah satu pendekatan pemrograman
atau paradigma untuk pengembangan / development suatu perangkat lunak komputer
dimana dalam struktur perangkat lunak tersebut didasarkan kepada interaksi objek
dalam penyelesaian suatu proses / tugas.
Paradigma ini didasari oleh Kelas dan Objek. Objek adalah instansiasi dari kelas.
Objek mempunyai atribut (kumpulan sifat), dan mempunyai kelakuan (kumpulan
reaksi,metoda). Objek yang satu dapat berkomunikasi dengan objek yang lain lewat
“pesan”, dengan tetap terjaga integritasnya. Kelas mempunyai hirarki, anggota dari
sebuah kelas juga mendapatkan turunan atribut dari kelas diatasnya. Paradigma ini
menawarkan konsep modularitas, penggunaan kembali, dan kemudahan modifikasi.
Dalam paradigma ini, masih terkandung dari paradigma imperatif, karena
mengkonstruksi program dari objek dan kelas, adalah tidak berbeda dengan
mengkonstruksi program dari struktur data dan algoritma, dengan cara enkapsulasi
menjadi kelas. Kedekatan antara paradigma ini dengan paradigma lain dapat dilihat dari
bahasa-bahasa bukan berorientasi objek murni, yaitu bahasa procedural atau fungsional
yang ditambahi dengan ciri orientasi objek. Salah satu aspek penting dalam
pemrograman berorientasi objek adalah aspek konkuren. Karena pada saat runtime akan
lahir banyak (lebih dari satu objek), dengan kelakuan masing-masing, maka aspek
konkuren tidak dapat dipisahkan dari pemrograman objek.
Pemrograman orientasi-objek menekankan konsep berikut:
 Class
adalah kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu
tujuan tertentu. Sebagai contoh ‘class of dog’ adalah suatu unit yang terdiri atas
definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam
perilaku/turunan dari anjing. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur
dalam pemrograman berorientasi objek. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat
dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain
permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya
(relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika
tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan
terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program
tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah
program ataupun sebaliknya.
 Objek
adalah membungkus data dan fungsi bersama menjadi suatu unit dalam sebuah
program computer. Objek merupakan dasar dari modularitas dan struktur dalam
sebuah program komputer berorientasi objek.
 Abstraksi
Kemampuan sebuah program untuk melewati aspek informasi yang diproses olehnya,
yaitu kemampuan untuk memfokus pada inti. Setiap objek dalam sistem melayani
sebagai model dari “pelaku” abstrak yang dapat melakukan kerja, laporan dan
perubahan keadaannya, dan berkomunikasi dengan objek lainnya dalam sistem,
tanpa mengungkapkan bagaimana kelebihan ini diterapkan. Proses, fungsi atau
metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk
mengembangkan sebuah pengabstrakan.
 Enkapsulasi
Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari
sebuah objek dengan cara yang tidak layak, hanya metode dalam objek tersebut yang
diberi ijin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang
menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya
tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.
Polimorfisme melalui pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan
subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang
berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di
mana pesan tersebut dikirim. Contohnya, bila sebuah burung menerima pesan “gerak
cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila seekor singa menerima
pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan berlari. Keduanya menjawab
sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan kemampuan hewan tersebut. Ini
disebut polimorfisme karena sebuah variabel tungal dalam program dapat memegang
berbagai jenis objek yang berbeda selagi program berjalan, dan teks program yang
sama dapat memanggil beberapa metode yang berbeda di saat yang berbeda dalam
pemanggilan yang sama. Hal ini berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai
polimorfisme melalui penggunaan fungsi kelas-pertama.
 Inheritas
Mengatur polimorfisme dan enskapsulasi dengan mengijinkan objek didefinisikan dan
diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah ada. Objek-objek ini dapat
membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa haru mengimplementasi ulang
perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu memiliki inheritas.)
Dengan menggunakan OOP maka dalam melakukan pemecahan suatu masalah kita
tidak melihat bagaimana cara menyelesaikan suatu masalah tersebut (terstruktur)
tetapi objek-objek apa yang dapat melakukan pemecahan masalah tersebut. Sebagai
contoh: Anggap kita memiliki sebuah departemen yang memiliki manager, sekretaris,
petugas administrasi data dan lainnya. Misal manager tersebut ingin memperoleh
data dari bag administrasi maka manager tersebut tidak harus mengambilnya
langsung tetapi dapat menyuruh petugas bag administrasi untuk mengambilnya. Pada
kasus tersebut seorang manager tidak harus mengetahui bagaimana cara mengambil
data tersebut tetapi manager bisa mendapatkan data tersebut melalui objek petugas
administrasi. Jadi untuk menyelesaikan suatu masalah dengan kolaborasi antar objek -
objek yang ada karena setiap objek memiliki job descriptionnya sendiri.
Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:
1. Visual Foxpro
2. Java
3. C++
4. Pascal (bahasa pemrograman)
5. Visual Basic.NET
6. SIMULA
7. Smalltalk
8. Ruby
9. Python
10. PHP
11. C#
12. Delphi
13. Eiffel
14. Perl
5. Paradigma Konkuren
Paradigma ini didasari oleh kenyataan bahwa dalam keadaan nyata, sebuah sistem
komputer harus menangani beberapa program (task) yang harus dieksekusi secara
bersamaan dalam sebuah lingkungan baik mono ataupun multi processor. Dalam
paradigma ini programmer tidak lagi berpikir sekuensial, melainkan harus menangani
komunikasi dan sikronisasi antar task. Pada jaman sekarang, aspek konkuren semakin
memegang peranan penting.
Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sistem operasi. Proses-proses
disebut konkuren jika proses-proses berada pada saat yang sama.
Konkurensi meliputi hal-hal sbb:
 Alokasi waktu pemroses untuk proses-proses
 Pemakaian bersama dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya
 Komunikasi antarproses
 Sinkronisasi aktivitas banyak proses.
Konkurensi dapat muncul pada tiga konteks berbeda, antara lain:
 Banyak aplikasi (multiple application)
 Aplikasi terstruktur
 Struktur sistem operasi
Kesulitan-kesulitan yang ditimbulkan konkurensi :
Konsep : kecepatan eksekusi proses-proses di sistem tidak dapat diprediksi.
Beragam kemungkinan yang terjadi tidak dapat diprediksi, seperti:
1. Kecepatan proses pada sistem tergantung pada beberapa hal, antara lain:
- Aktivitas proses-proses lain
- Cara sistem operasi menangani interupsi
- Kebijaksanaan penjadwalan yang dilakukan oleh sistem operasi
2. Beberapa kesulitan yang dapat muncul, di antaranya adalah:
- Pemakaian bersama sumber daya global
- Pengelolaan alokasi sumber daya agar optimal
- Pencarian kesalahan pemrograman
3. Proses-proses konkuren mengharuskn beberapa hal yang harus ditangani antara lain:
- Sistem operasi harus mengetahui proses-proses yang aktif
- Sistem operasi harus mengalokasikan dan mendealokasikan beragam sumber daya
untuk tiap proses aktif. Sumber daya yang harus dikelola, antara lain:
a. Waktu pemroses
b. Memori
c. Berkas-berkas
d. Perangkat I/O
- Sistem operasi harus memproteksi data dan sumber daya fisik masing-masing
proses dari gangguan proses-proses lain.
- Hasil-hasil proses harus independen terhadap kecepatan relatif proses-proses lain
dimana eksekusi dilakukan.
6. Pemrograman Terstruktur
adalah pemrogaman secara berurutan dan terstrukrtur. Program ini dapat dibagibagi
menjadi prosedur dan fungsi. Contoh: PASCAL dan C
7. Pemrograman Modular
Pemrograman ini membentuk banyak modul. Modul merupakan kumpulan dari
prosedur dan fungsi yang berdiri sendiri Sebuah program dapat merupakan kumpulan
modul-modul. Contoh: MODULA-2 atau ADA
8. Pemrograman Berorientasi Fungsi
Pemrograman ini berfokus pada suatu fungsi tertentu saja. Sangat tergantung pada
tujuan pembuatan bahasa pemrograman ini. Contoh: SQL (Structured Query Language),
HTML, XML dan lain-lain.
VERSI VISUAL BASIC
Visual Basic memiliki beberapa versi/edisi yang disesuaikan dengan kebutuhan
pemakainya. Beberapa versi Visual Basic yang sering ditemui di pasaran antara lain:
 Standard Edition (Learning Edition)
Versi ini merupakan sarana dasar dari Visual Basic untuk mengembangkan aplikasi.
 Professional Edition
Versi ini berisi tambahan sarana yang dibutuhkan oleh para programmer professional.
Misalnya control – control tambahan, dukungan untuk pemrogram internet, komputer
untuk membuat file help, serta sarana pengembangan database yang lebih baik
 Enterprise Edition
Versi ini dikhususkan bagi para programmer yang ingin mengembangkan aplikasi Remote
computing atau Client/Server.
Berikut ini perjalanan Visual Basic ( VB 1.0 sampai VB 10 ) yaitu :
1. Proyek “ Thunder” dirintis.
2. Visual Basic 1.0 ( May 1991 ) di rilis untuk windows pada Comdex / Windows Wordltrade
yang dipertunjukkan di Atlanta, Georgia.
3. Visual Basic 1.0 untuk DOS di rilis pada bulan September 1992. Bahasa ini kompatibel
dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataannya merupakan
versi kelanjutan dari compiler BASIC, Quick Basic dan BASIC Professional Development
System
4. Visual Basic 2.0 di rilis pada November 1992, cakupan pemrogramannya cukup mudah
untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di nodifikasi. Khususnya pada Form yang
menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul
yang berikutnya di implementasikan pada VB 4.
5. Visual Basic 3.0 di rilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard yang
professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Data base Engine yang dapat
membaca serta menulis database Jet ( atau Access ) 1.x
6. Visual Basic 4.0 ( Agustus 1995 ) merupakan versi pertama yang dapat membuat
windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan
untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic.
7. Visual Basic 5.0 ( Februari 1997 ), Microsoft merilis secara ekslusif Visual Basic untuk
versi windows 32 bit. Programmer yang menulis programnya pada versi 16 bit dapat
dengan mudah melakukan import programnya dari VB 4, VB 5 memperkenalkan
kemampuan untuk membuat User Control.
8. Visual Basic 6.0 ( pertengahan 1999), memperbaiki beberapa cakupan, termasuk
kemampuannya untuk membuat Aplikasi Web-based. Visual Basic 6 di jadwalkan akan
memasuki Microsoft “ fasa non Supported “ dimulai pada Maret 2008.
PARADIGMA INFORMASI
Perkembangan revolusi informasi dan komunikasi berdampak kepada media cetak sebagai
contoh Kompas cetak menurun oplahnya sebaliknya yang mengakses kompas online
meningkat jumlahnya, sedangkan .masyarakat di daerah terpencilpun sudah mulai memakai
HP untuk berkomunikasi. Persoalannya apakah masyarakat sudah siap menghadapi dampak
dari perkembangan kemajuan dan revolusi di bidang informasi dan komunikasi, apakah
konten-kontennya sudah siap, apakah infrastruktur bisa digunakan untuk hal-hal yang positif.
Anak-anak Indonesia rata-rata 4,5 jam menonton di depan TV, bagaimana generasi kita
kedepan dalam hal sosial. Hal ini sudah merupakan tugas Kementerian Kominfo
menkompensasi infrastruktur tsb. Litbang harus mampu menggalakan informasi publik
melalui ruang publik. Penggunaan situs jejaring sosial Indonesia sangat dominan, selanjutnya
bagaimana agar dapat membangun eduksi publik tersebut kepada hal-hal yang positif. Untuk
itu Depkominfo jangan melakukan kesalahan yang sama, infrastruktur harus dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan nasional. Indonesia merupakan Negara rank 4 dalam
penggunaan media Facebook, setelah USA, Ukrania dan Turkey.
Berdasarkan data data Harian Republika hal 13, tanggal 12 Mei 2010, Indonesia termasuk
ranking ke 6 pengguna Twitter di dunia, Daftar 10 Negara pengguna Twitter terbesar
berdasarkan persen, yaitu Amerika 50,88%, Brazil 8,79%, Inggris 7,2%, Kanada 4,35%, Jerman
2,49%, Indonesia 2,41%. Australia 2,39%, Belanda 1.32%. India 1,27% dan Jepang 1,22%.
Jumlah pengguna dari Indonesia yang menggunakan Search engine dari Google setiap
tahunnya adalah sebanyak 2.747.830.018 orang. Dalam perkembangan sosial media
mapping, orang sekaligus menjadi penikmat berita dan sekaligus pembuat berita melalui
blog-blog yang mereka gunakan, seperti. pengguna blog WordPress.com, Blogger.com,
facebook, dan juga pengguna situs jejaring sosial Twitter, Myspace, Flickr, digg, linked-in,
You-Tube.
Begitu juga perkembangan kategori media sosial, sudah semakin marak berkembang,
sehingga, orang dapat saling terhubung satu dengan yang lainnya. Sekarang ini baik
perorangan/pribadi, perusahaan, lembaga menggunakan semua jenis situs jejaring sosial
untuk diri mereka sendiri, untuk menerbitkan tulisan, untuk berbagi informasi, untuk saling
terhubung, dan unt membentuk berbagai komunitas. Hal ini terjadi di baik secara profesional
dan pribadi.
Pemanfaatan dan penggunaan web 2.0 sangat menarik, pola komunikasi sangat menarik,
murah, mudah menyembunyikan identitas, namun sering dgunakan untuk hal-hal yang
negatif. Saat ini sudah merupakan hal yang wajib mengunakan teknologi web 2.0.
Adapun perkembangan karakteristik web 2.0 yaitu :
* Pola komunikasi: many to many and real-time
* Murah dan beresiko rendah, tanpa “barrier”, mudah untuk menyembunyikan identitas
dan jangkauan hukum.
* Bersifat masif, baik dalam volume maupun keragaman informasi (769 juta domain dan 214
juta situs).
* Terjadi “information overloaded/flooding”. “A wealth of Information creates a poverty of
attention”.
* Bersifat “distractive” (terpecah-pecah) karena keragaman dan fasilitas “hyperlink”.
* Muncul digital life style, digital consumer.
Konsekuensi Konvergensi Digital adalah ;
Ø The world is flat (Kejadian di manapun bisa diketahui seketika oleh siapapun dan dari
manapun. Contoh: Revolusi Mesir, Penyiksaan aktivis Papua oleh Brimob, atau Peristiwa
Cikeusik).
Ø Public Sphere broader (Ciri mencolok: share, collaborate dan exploit. Penggunaan web
untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Wacana di ruang
publik makin terbuka dan siapapun bisa mengagendakan apapun, seperti Gerakan 1.000.000
facebookers untuk bebaskan Bibit-Chandra atau Koin untuk Prita).
Ø We find Global Brain (Yang menguasai otak dunia adalah situs Facebook, Google, Yahoo,
Blogger.com. Ini kekuatan yang tak bisa ditahan dan dikendalikan lagi, namun bisa
dimanfaatkan untuk kepentingan publikasi dan penggalangan opini).
Ø Democracy, Transparency and Independence (Paradigma informasi pertahanan
berubah. Dulu: Semua tertutup kecuali yang dibuka. Kini: semua terbuka kecuali ditutup.
MAXIMUM ACCES MINIMUM EXEMPTION/MALE).
Dampak Politik Konvergensi Digital adalah :
Ø Hyper dimension of politics getting more important (hingar bingar politik makin ramai
karena orang bebas bicara apa saja dan menulis apa saja di sosial media, termasuk wikileaks).
Ø Spin doctors is very significant (peran jurubicara dan pemasok informasi menjadi penting
dan menentukan).
Ø Public opinion also determined by social media (opini publik tergiring oleh gerakan di
sosial media seperti Sejuta Facebookers untuk bebaskan Bibit-Chandra dan Koin untuk Prita).
Ø Technology web 2.0 must be used (Dgn ciri untuk bisa memenangkan hati dan jiwa
publik harus: share, collaborate dan exploit)
Diseluruh dunia saat ini ada 769 juta domain, 40 juta domain berisi tentang pornografi, ini
akibat dampak dari politik konvergensi digital. Untuk itu diperlukan strategi kebijakan
desiminasi informasi berdasarkan penelitian balitbang. Bagaimana kita duduk bersama untuk
menetapkan dan mencari solusi untuk dapat memanfaatkanTIK untuk hal-hal yang positif.
Informasi dan demokratisasi, pengukuran demokrasi di Indonesia melalui transparansi,
sehingga masyarakat tahu hak dan kewajibannya, untuk dapat berpartisipasi dalam
pembangunan, sehingga dapat terwujud akuntabilitas publik dan akuntabilitas
penyelenggara Negara.
Dalam komunikasi dan akuntabilitas diperlukan adanya menciptakan interaksi yang intensif,
untuk membangun kepercayaan masyarakat, sehingga mendatangkan kepedulian sosial
antar subkultur dalam masyarakat, dalam rangka mewujudkan akuntabilitas publik, yang
perencanaannya berdasarkan kebutuhan dengan melibatkan peran serta masyarakat atau
Rakyat.
Untuk mewujudkan kepedulian sosial diperlukan saling perhatian, saling pengertian, saling
menghormati dan saling memberikan hal-hal yang menghasilkan untuk dapat peroleh,
sehingga dapat menciptakan toleransi dari multi cultural yaitu : keanekaragaman yang
membentuk budaya nasional, budaya Indonesia. Character & Nation Building meliputi
pertama Determination (Ketekunan), ke-dua Integrity (Ketulusan), ke-tiga Persistence
(Keteguhan), ke-empat Responsibility (Tanggungjawab), ke-lima Hardwork (Kerjakeras) dan
keenam Patriotism (Nasionalisme).
Agenda Setting Pemerintah yaitu :
* Desain Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) disiapkan untuk menyusun
agenda setting sebagai proses pengayaan informasi publik sehingga masyarakat memperoleh
alternatif informasi di tengah dominasi agenda setting media massa (swasta).
* Strategi manajemen komunikasi publik dan network simpul diseminasi informasi penting
untuk menetapkan isu dan agenda setting isu strategis.
* Manajemen PIKP merupakan upaya pemenuhan hak publik untuk tahu, dengan
memberikan ragam informasi yang edukatif, empowering, enlightening, inspiring, dan
menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Kondisi & Problematika Informasi Dan Komunikasi yaitu terjadinya problem komunikasi
antara pemerintah dan masyarakat, melalui monitoring media terjadi persepsi yang bersifat
negative atau persepsi positif, upaya mengurangi perbedaan ini dilakukan edukasi melalui
komunikasi public, endoser oleh opinion leader, dialog lansung sertta melalui terstimoni
sukses story, sehingga tercipta lingkungan informasi yang dinamis, sehingga dapat mengatasi
limitasi terhadap info yang valid, terhadap emosional public serta tak dipercayanya
pemimpin.
Strategi Pelayanan Informasi & Komunikasi Publik (PIKP) antara lain : Komponen
Kelembagaan meliputi Brainware, Software, Hardware dan Spiritualware. Key Success
meliputi yaitu Kewenangan / Legalitas, Akses/ Koordinasi, SDM Cukup & Cakap dan Sarana &
Prasarana. Masalah PIKP adalah pertama Informasi Belum Sinergis/Belum Ada Agenda
Setting, ke-dua Akses Informasi Terbatas & Tidak Terkoordinir dank ke-tiga Penilaian
Subjektif/ Apriori Terhadap Lembaga Negara. Goals dari PIKP adalah pertama Pemenuhan
Hak Tahu Publik, ke-dua Mengakomodasi Aspirasi Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan
Publik dan ke-tiga Citra Positif Lembaga Negara.
Penggunaan Media antara lain yaitu media Luar ruang, media Tradisional, media Cetak.
Media Penyiaran, media Tatap muka dan media Internet – Online. Halhal lain yang
mempengaruhi adalah Jumlah & coverage informasi yang ada, Intensifikasi & Xtensifikasi,
Dukungan terhadap Kebijakan dan program penyelenggara Negara.
Tata Kelola Pelayanan Informasi & Komunikasi Publik meliputi Capaian Kinerja: mencakup
hal-hal:
1. Laporan Kementerian
2. Laporan LPNK
3. Laporan Media Center, Prov, Kab, dan Kota
4. Laporan Monitoring Media
Selanjutnya hal tersebut diatas diklasifikasi, berdasarkan isu strategis, untuk perumusan
agenda setting dan penyiapan materi publikasi, kemudian dilakukan kegiatan diseminasi
materi publikasi melalui 5 (lima) media yaitu :
1. Bakohumas meliputi : Humas K/L, Humas BUMN dan Humas Pemda
2. Media Massa meliputi :Media Tradisional, Media Cetak, Media Penyiaran, Media Tatap
Muka dan Media Baru/Jejaring Sosial
3. Media Publik yaitu :Kantor Berita Antara, RRI, TVRI, Media Online, bipnewsroom.info,
Jurnal, tabloid, Media Luar Ruang dan Cetakan
4. Media Center yaitu : media center di 33 provinsi dan 85 kabupaten/Kota
5. Media Kemitraan yaitu Ormas, LSM/NGO, Dunia Bisnis/Usaha, Dunia Profesi dan
Asosiasi Telko
Visual Basic NET ( VB 7 ), di rilis pada tahun 2002, beberapa yang mencoba pada versi
pertama. NET ini mengemukakan bahwa bahasa ini sangat powerful tapi bahasa yang
digunakan sangat berbeda dengan bahasa sebelumnya, dengan kekurangan diberbagai area,
termasuk runtimenya yang 10 kali lebih besar dari paket runtime VB 6 serta peningkatan
pengguna memory.
9. Visual Basic NET 2003 ( VB 7.1 ¬), di rilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1
10. Visual Basic 2005 ( VB 8.0 ), merupakan interaksi selanjutnya dari Visual Basic NET dan
Microsoft memutuskan untuk menghilangkan kata – kata NET pada judulnya. Pada rilis
ini Microsoft memasukan beberapa fitur baru diantaranya :
 Edit and Continue
Fitur ini sebelumnya terdapat di dalam Visual Basic, akan tetapi dihapus di dalam
Visual Basic .NET. Dengan keberadaan fitur ini, para programmer dapat memodifikasi
kode pada saat program dieksekusi dan melanjutkan proses eksekusi dengan kode
yang telah dimodifikasi tersebut.
 Evaluasi ekspresi pada saat waktu desain
 Munculnya Pseudo-Namespace “My”, yang menyediakan:
 Akses yang mudah terhadap beberapa area tertentu dari dalam .NET Framework
yang tanpanya membutuhkan kode yang sangat signifikan.
 Kelas-kelas yang dibuat secara dinamis (khususnya My.Forms).
 Peningkatan yang dilakukan terhadap konverter kode sumber dari Visual Basic ke
Visual Basic .NET.
 Penggunaan kata kunci (keyword) Using, yang menyederhanakan penggunaan objekobjek
yang membutuhkan pola Dispose untuk membebaskan sumber daya yang
sudah tidak terpakai.
 Just My Code, yang menyembunyikan kode reusable yang ditulis oleh alat bantu
Integrated Development Environment (IDE) Visual Studio .NET.
 Pengikatan sumber data (Data Source binding), yang mampu mempermudah
pengembangan aplikasi basis data berbasis klien/server.
11. Is Not Patent, merupakan salah satu fitur dari Visual Basic 2005 merupakan konversi If
Not X Is Not Y.
12. Visual Basic 2005 Express, merupakan bagian dari Product Visual Studio. Microsoft
membuat Visual Studio 2005 Express edition untuk pemula dan yang gemar dengan VB,
salah satu produknya adalah Visual Basic 2005 Express yang merupakan produk gratis
dari Microsoft.
13. Visual Basic “ Orcas “ ( VB 9.0 ), dijadwalkan akan di rilis pada tahun 2007 dan dibangun
diatas NET 3.5. Pada rilis ini, Microsoft menambahkan beberapa fitur diantaranya :
 Operator If sekarang merupakan operator ternary (membutuhkan tiga operand),
dengan sintaksis If (boolean, nilai, nilai). Ini dimaksudkan untuk mengganti fungsi IIF.
 Dukungan anonymous types
 Dukungan terhadap Language Integrated Query (LINQ)
 Dukungan terhadap ekspresi Lambda
 Dukungan terhadap literal XML
 Dukungan terhadap inferensi tipe data.
 Dukungan terhadap ‘LINQ’
14. Visual Basic “VB X” ( VB 10.0 ), Visual Basic 10 yang juga dikenal dengan nama VB X akan
menawarkan dukungan untuk Dynamic Language Runtime. VB 10 direncanakan akan
menjadi bagian dari Silver Light 11.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar